Lingga, Zonamu.com – Pemadaman listrik tanpa pemberitahuan menuai kecaman keras dari Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Lingga, Febrizal Taupik.
Gangguan listrik yang terjadi secara tiba-tiba dinilai merugikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mulai dari terganggunya produksi hingga risiko kerusakan peralatan elektronik.
Febrizal menyoroti pemadaman yang berlangsung tanpa informasi kepada pelanggan, sehingga kondisi ini membuat pelaku UMKM tidak memiliki kesempatan untuk mengantisipasi gangguan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Termasuk mengamankan peralatan elektronik yang digunakan untuk menunjang usaha,” kata Taupik, Rabu 21 Oktober 2026.
Dampaknya bukan hanya aktivitas produksi saja yang terhenti, melainkan pelaku UMKM juga berpotensi menanggung biaya tambahan akibat kerusakan peralatan elektronik.
“Sementara tagihan listrik tetap menjadi beban pengeluaran yang harus mereka tanggung,” ujarnya.
Taupik menilai masyarakat sudah terlalu sering mendengar alasan gangguan, mulai dari kendala cuaca hingga gangguan akibat hewan, sementara persoalan pemadaman listrik terus berulang.
“Kami bosan mendengar penjelasan dari pihak PLN. Alasannya selalu kendala cuaca, kendala hewan. Masyarakat membayar listrik bukan untuk menjadi tukang mengusir binatang atau memperbaiki sistem kelistrikan. Itu tanggung jawab PLN sebagai penyedia layanan listrik,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat membayar listrik untuk mendapatkan pelayanan yang layak dan pasokan yang andal, bukan untuk terus-menerus menanggung dampak gangguan yang tidak kunjung terselesaikan.
Ia menegaskan, PLN harus bertanggung jawab meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan apabila terjadi pemadaman yang dapat diperkirakan sebelumnya.
“Listrik dikantor kami hampir satu jam tidak menyala. Tentu ini mengganggu aktivitas pelayanan,” tuturnya.(*)
About The Author
Penulis : Wandi















