Lingga, Zonamu.com – Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Lingga bukan hanya menjadi seremoni kalender tahunan. Mengusung semangat kolaborasi lintas batas, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Kepri Perwakilan Lingga bersinergi dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lingga menggelar perayaan yang memadukan diskusi intelektual dengan aksi kemanusiaan nyata.
Tak hanya hura-hura, momentum tahun ini difokuskan pada penguatan ekosistem pers yang sehat dan kehadiran jurnalis di tengah masyarakat.
Rangkaian acara dibuka dengan sesi Coffee Morning, sebuah ruang dialog hangat antara insan pers dengan berbagai instansi. Ketua Panitia HPN 2026 Lingga, Nurhade yang lebih akrab disapa Adhe Bakong menyebutkan bahwa agenda ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus wadah refleksi profesi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah, IJTI dan SMSI Lingga berhasil menciptakan ruang diskusi yang inklusif. Namun, kami tidak ingin berhenti di meja kopi. Spirit HPN tahun ini adalah bergerak,” ujar Adhe.
Gerakan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sosial yang masif. Tim gabungan jurnalis bergerak menyisir wilayah Singkep untuk mengantarkan paket sembako ke sejumlah titik diantaranya panti jompo dan panti asuhan menyasar kelompok rentan, serta dor to door langsung ke pintu rumah warga kurang mampu.
Keberhasilan aksi sosial ini menjadi bukti kuatnya jejaring kemitraan di Lingga. Adhe mengungkapkan bahwa bantuan yang terkumpul merupakan hasil swadaya jurnalis yang didukung penuh oleh para stakeholder strategis, mulai dari legislatif, yudikatif, hingga sektor swasta.
Beberapa mitra utama yang terlibat antara lain Ketua DPRD Lingga Maya Sari, jajaran Polres dan Kejaksaan Negeri Lingga, hingga instansi vertikal seperti Lapas, Imigrasi, PLN, serta PDAM Perumda Tirta Lingga. Dukungan juga mengalir dari Disnakertrans, Dinas Kesehatan, PGRI, LBH Tuah Keadilan, serta berbagai LSM.
Senada dengan ketua panitia, Ruslan dari IJTI Pengda Kepri Perwakilan Lingga menegaskan bahwa HPN adalah alarm untuk terus menjaga profesionalisme. Ia berharap komunikasi antara kuli tinta dan instansi terkait tetap berjalan harmonis namun tetap kritis dan objektif.
“Ini adalah momentum untuk memperkuat solidaritas antar organisasi pers. Sinergi yang kuat dengan mitra adalah kunci, namun profesionalisme adalah harga mati,” pungkas Ruslan.
About The Author
Penulis : Wandy














