Lingga, Zonamu.com – Pengembangan persawahan di Desa Lanjut, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga, masih menghadapi kendala ketersediaan air. Meski demikian, petani setempat telah memanen 8,75 hektare sawah dan menyiapkan rencana penanaman baru seluas 15 hektare pada Desember 2026.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga mencatat, lahan yang telah dipanen terdiri atas 8,25 hektare padi varietas Inpari 32 dan 0,5 hektare padi lokal beras merah. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan produksi padi di Desa Lanjut.
Pada akhir Desember 2025, petani menanam padi Inpari 32 seluas 7 hektare dan melaksanakan panen pada April 2026. Namun, produktivitasnya baru berkisar 1–3 ton per hektare akibat musim kemarau yang menyebabkan lahan kekeringan, sementara sumur bor belum berfungsi sebagai sumber air pendukung irigasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petani kembali melakukan penanaman pada Juli 2026 dengan total luas 2,3 hektare. Dari jumlah tersebut, 1,25 hektare ditanami Inpari 32 dengan produktivitas sekitar 3–4 ton gabah kering panen (GKP) per hektare, sedangkan 0,5 hektare padi lokal beras merah mencatat produktivitas pada kisaran yang sama.
Sementara itu, 0,55 hektare lainnya masih dalam proses menuju panen. Lahan tersebut terdiri atas 0,25 hektare Inpari 32 dan 0,3 hektare padi lokal beras merah.
Keterbatasan air menjadi salah satu persoalan yang perlu diselesaikan agar produktivitas sawah dapat meningkat. Kesiapan irigasi, sarana produksi, benih, serta pendampingan teknis turut menentukan keberhasilan petani dalam mengelola lahan.
Berdasarkan koordinasi dengan pemerintah desa dan kelompok tani, penanaman padi melalui program PM-AAS direncanakan mencakup 15 hektare pada Desember 2026. Rencana tersebut membutuhkan persiapan lahan, ketersediaan benih, sarana produksi, serta dukungan sumber air agar kegiatan tanam berjalan optimal.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lingga Said Hendri mengatakan akan terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, kelompok tani, dan perangkat daerah terkait untuk mendukung persiapan tersebut.
“Kita mengapresiasi petani yang tetap mengusahakan lahan meski menghadapi berbagai keterbatasan,” kata Said Hendri.
Wakil Bupati Lingga Novrizal mengatakan, bahwa pengembangan persawahan membutuhkan konsistensi dan kerja sama seluruh pihak. Ia berharap penanaman berikutnya dapat berjalan lebih baik, terutama melalui perbaikan pengelolaan air dan peningkatan produktivitas.
“Harapan kita penanaman berikutnya dapat berjalan lebih baik lagi,” kata Novrizal.
Rencana penanaman 15 hektare pada akhir tahun ini menjadi tahap lanjutan pengembangan persawahan Desa Lanjut. Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada perluasan lahan, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur pendukung agar hasil panen dapat meningkat dan memberi manfaat bagi petani.(*)
About The Author
Penulis : Wandi














