Secangkir Kopi dan Perpisahan: Cerita Singkat Kabandara Mustaji di Ujung Senja

- Penulis

Jumat, 30 Mei 2025 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Mantan Kabandara Dabo Singkep Mustaji | Foto : Zonamu/Wandi

Foto bersama Mantan Kabandara Dabo Singkep Mustaji | Foto : Zonamu/Wandi

Lingga, Zonamu.com – Sore itu terasa lebih sunyi dari biasanya. Langit Dabo Singkep mendung tipis, seolah mengerti bahwa ada cerita yang akan berakhir.

Di beranda rumah dinas Kepala Bandara Dabo, secangkir kopi hitam mengepul pelan, menyebarkan aroma hangat yang tak sanggup mengusir perasaan haru yang mengendap.

Mustaji, Kepala Bandara yang dikenal ramah dan bersahaja, duduk dengan senyum tipis. Senja itu bukan sekadar waktu minum kopi, ia menjadi saksi bisu dari sebuah perpisahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pria yang baru saja menginjak usia 50 tahun itu akan segera meninggalkan Dabo, kota kecil yang perlahan telah mengisi relung hatinya, untuk bertugas di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara.

“Ada cerita yang belum sempat saya tutup, tapi waktu lebih dulu mengetuk,” ucap Mustaji pelan, tatapannya jauh menembus cakrawala, seakan menahan sesuatu yang ingin pecah dari dalam.

Kepindahan Mustaji bukan hanya tentang mutasi jabatan, melainkan juga soal kenangan yang tak bisa dibungkus dalam koper. Dalam waktu singkat, ia menjelma menjadi sosok yang dihormati, ramah, mudah tersenyum, dan tak pernah segan menyapa siapa pun. Meski tak banyak bicara, sikapnya berbicara lebih dari cukup.

Warga, rekan kerja, hingga kolega dari berbagai institusi, mengenal Mustaji sebagai pribadi yang tulus. Tak heran, sore perpisahan itu diselingi canda tawa yang dipaksa, mencoba menutupi rasa kehilangan yang menggantung di udara.

“Kita memang tak lama mengenal Pak Mustaji, tapi kebaikannya meninggalkan bekas yang dalam,” ujar seorang Wartawan Dabo Singkep, Gafar.

Bagi Mustaji, Dabo Singkep bukan sekadar tempat singgah dalam karier panjangnya sebagai aparatur penerbangan. Ia menyebut kota ini sebagai “rumah singkat yang tak akan mudah dilupakan”.

“Mungkin saya tak lama di sini, tapi Bunda Tanah Melayu telah memberi saya pelajaran tentang keikhlasan dan kebersahajaan,” katanya.

Senja pun turun perlahan. Di antara aroma kopi dan cerita yang tersisa, Mustaji menatap langit untuk terakhir kalinya sebagai Kabandara Dabo. Meninggalkan jejak, bukan sekadar jabatan.(*)

About The Author

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Imigrasi Gandeng Lintas Instansi Pantau Keberadaan WNA di Lingga
Dirjen Imigrasi Perintahkan Jajaran Perkuat Integritas Pelayanan Publik
Dukung Lingkungan Berkelanjutan, PT Timah Bina Bank Sampah Lanjut Berseri di Karimun
Imigrasi Karimun Periksa Kesehatan Pegawai Demi Pelayanan Optimal
Bupati Nizar Dorong Kolaborasi Strategis Bersama Imigrasi
Dukung Kenyamanan Beribadah, PT Timah Bantu Renovasi Musala Al Fajruh di Tanjung Batu
Ini Daftar 36 Siswa yang Lolos Seleksi Ketat Beasiswa PT Timah TA 2026/2027
Kelurahan Dabo Lama Salurkan Bantuan Pangan untuk 360 KPM
Berita ini 25 kali dibaca

Zona Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:15 WIB

Imigrasi Gandeng Lintas Instansi Pantau Keberadaan WNA di Lingga

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:21 WIB

Dirjen Imigrasi Perintahkan Jajaran Perkuat Integritas Pelayanan Publik

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:24 WIB

Dukung Lingkungan Berkelanjutan, PT Timah Bina Bank Sampah Lanjut Berseri di Karimun

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:46 WIB

Imigrasi Karimun Periksa Kesehatan Pegawai Demi Pelayanan Optimal

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:18 WIB

Bupati Nizar Dorong Kolaborasi Strategis Bersama Imigrasi

Zona Terkini

Bupati Lingga saat menerima kunjungan Kanwil Imigrasi Kepri | Foto : Zonamu/Istimewa

TERKINI

Bupati Nizar Dorong Kolaborasi Strategis Bersama Imigrasi

Selasa, 9 Jun 2026 - 12:18 WIB