Sebanyak 19 Kasus DBD di Wilayah Puskesmas Dabo Lama

- Penulis

Minggu, 5 April 2026 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi wilayah terdampak DBD | Foto : Zonamu/AI

Ilustrasi wilayah terdampak DBD | Foto : Zonamu/AI

Lingga, Zonamu.com – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Dabo Lama mulai menunjukkan “taringnya” dengan jumlah yang tak bisa lagi dianggap sepele. Warga pun diminta tidak hanya mengandalkan fogging, tapi juga bergerak bersama membersihkan lingkungan.

Berdasarkan data Puskesmas Dabo Lama, tercatat sebanyak 19 kasus DBD di wilayah Kampung Baru, Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep. Angka ini tersebar di beberapa titik permukiman warga.

Kepala Puskesmas Dabo Lama, dr. Hesti Ningrum, menyebut sebaran kasus tersebut. Seperti di RW 3 tercatat 10 kasus, RW 2 sebanyak 6 kasus, RW 1 terdapat 2 kasus, dan RW 5 sebanyak 1 kasus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi ini membuat petugas kesehatan tidak tinggal diam. Langkah cepat pun disiapkan, salah satunya melalui fogging yang telah dilakukan secara estafet di wilayah terdampak.

“Untuk fogging sudah kita lakukan 2 siklus di dua lokasi berbeda. Hari ini fogging di Rw 003, besoknya di RW 002,” kata dr. Hesti, Minggu 5 April 2026.

Namun, fogging tidak bisa asal jalan tanpa persiapan. Petugas sebelumnya menemukan kondisi lingkungan yang belum bersih, sehingga dikhawatirkan hasil penyemprotan tidak maksimal.

“Sore sebelumnya sudah dicek, masih belum bersih, jadi dilakukan gotong royong ulang agar fogging bisa maksimal,” ujarnya.

Pihak puskesmas menegaskan bahwa pemberantasan sarang nyamuk tetap menjadi langkah utama. Fogging hanya solusi jangka pendek untuk membunuh nyamuk dewasa, bukan telur dan jentiknya.

“Warga pun diimbau untuk membersihkan lingkungan, menguras tempat penampungan air, dan menutup wadah terbuka menjadi kunci utama,” jelasnya.

Jika tidak, DBD bisa terus “berulang tayang” seperti sinetron tanpa akhir. Dan tentu, yang jadi korban bukan penonton, tapi masyarakat itu sendiri.(*)

About The Author

Penulis : Wandi

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Tak Terbukti Pidana, Tanjung Buser Siap Lapor Balik Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE
YKI Kepri Kukuhkan Pengurus, Perang Lawan Kanker Dimulai
KOHATI HMI Tanjungpinang-Bintan Kecam Kasus Pelecehan di FH UI
Pemprov Kepri Hibahkan Lahan, Jaksa Dapat Mess Baru
Pemkab Lingga Sinkronkan Tata Ruang, Cegah Tabrakan Kebijakan
BKOW Kepri Bagikan Bibit, Dorong Pangan Mandiri
Dorong Ketahanan Pangan, PT Timah Bina Peternak Ayam di Karimun
Camat Singkep Barat Lantik Pj Kades Bakong
Berita ini 64 kali dibaca

Zona Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:46 WIB

Tak Terbukti Pidana, Tanjung Buser Siap Lapor Balik Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE

Jumat, 17 April 2026 - 15:52 WIB

YKI Kepri Kukuhkan Pengurus, Perang Lawan Kanker Dimulai

Jumat, 17 April 2026 - 14:25 WIB

KOHATI HMI Tanjungpinang-Bintan Kecam Kasus Pelecehan di FH UI

Jumat, 17 April 2026 - 12:09 WIB

Pemprov Kepri Hibahkan Lahan, Jaksa Dapat Mess Baru

Jumat, 17 April 2026 - 12:00 WIB

Pemkab Lingga Sinkronkan Tata Ruang, Cegah Tabrakan Kebijakan

Zona Terkini

YKI Kabupaten Lingga saat di kukuhkan | Foto : Zonamu/Wandi

TERKINI

YKI Kepri Kukuhkan Pengurus, Perang Lawan Kanker Dimulai

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:52 WIB

Gubernur Kepri saat menyerahakan sertifikat lahan kepada Kajati Kepri | Foto : Zonamu/Enji Diskominfo Kepri

TERKINI

Pemprov Kepri Hibahkan Lahan, Jaksa Dapat Mess Baru

Jumat, 17 Apr 2026 - 12:09 WIB