Resonansi Biru dari Bengkalis, Menakar Nyali Dunia dalam ‘Mangrove Breakthrough’ 2030

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pakar lingkungan dari Global Mangrove Alliance melakukan observasi langsung di kawasan mangrove Desa Teluk Pambang, Bengkalis, Riau | Foto: Zonamu/Kominfo Bengkalis

Sejumlah pakar lingkungan dari Global Mangrove Alliance melakukan observasi langsung di kawasan mangrove Desa Teluk Pambang, Bengkalis, Riau | Foto: Zonamu/Kominfo Bengkalis

Nasional, Zonamu.com – Di saat dunia tengah berpacu dengan krisis iklim, Pulau Bengkalis justru mengirimkan sinyal optimisme. Selama tiga hari (3–5 Februari 2026), pulau ini bertransformasi menjadi “ruang kendali” bagi para pakar lingkungan global melalui lokakarya strategis yang diinisiasi oleh Global Mangrove Alliance (GMA) Indonesia Chapter.

Pertemuan ini mempertemukan lebih dari 20 institusi lintas sektor, dari pemegang kebijakan di Jakarta hingga garda terdepan di level desa, untuk menguji ketangguhan Country Proposition Indonesia dalam menjaga benteng pesisirnya.

Mengapa mata internasional tertuju pada Bengkalis? Jawabannya terletak di Desa Teluk Pambang. Area binaan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) ini berhasil melakukan manuver konservasi yang hampir mustahil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada tahun 2016-2021, kehilangan mangrove mencapai 27 hektare/tahun. Di tahun 2022 -2024, angka tersebut dipangkas habis menjadi hanya 1 hektare/tahun.

Keberhasilan menekan laju kerusakan hingga 96% ini menjadi bukti sahih bahwa kolaborasi akar rumput adalah kunci.

“Pulau Bengkalis adalah paket komplit. Ini adalah bukti nyata di mana pendekatan ekologi, kekuatan hukum desa, dan kapasitas masyarakat bertemu dalam satu frekuensi,” ujar Apri Susanto Astra, Programme Coordinator Coast and Delta Yayasan Lahan Basah (YLB).

Antusiasme ini pun memantik apresiasi dari Irene Kingma (Wetlands International & GMA Global). Ia menegaskan bahwa kekuatan komunitas lokal Bengkalis adalah elemen krusial dalam menyukseskan “Mangrove Breakthrough”.

Ini adalah agenda raksasa dengan target ambisius, yakni konservasi 15 juta hektare mangrove dunia pada 2030.

Sebagai pemilik 3,4 juta hektare mangrove, terluas di planet bumi, Indonesia bukan hanya peserta, melainkan penentu arah. Bengkalis kini resmi menyandang status sebagai “Laboratorium Lapangan Nasional” bagi dunia.

Perhelatan ini ditutup dengan aksi nyata. Para peserta lintas negara terjun langsung ke lumpur pesisir Teluk Pambang untuk melihat bagaimana skema Perhutanan Sosial bekerja secara presisi.

Tak hanya itu, mereka dipersenjatai dengan Global Mangrove Watch (GMW), sebuah platform pemantauan digital berbasis satelit yang mampu melacak setiap perubahan ekosistem secara real-time.

Irzal Fakhrozi dari DLHK Provinsi Riau berharap “Virus Bengkalis” ini segera menyebar ke daerah lain.

“Kita tidak hanya ingin melindungi, kita ingin setiap wilayah punya referensi sukses yang bisa direplikasi secara global,” pungkasnya.

GMA Indonesia Chapter, yang lahir pada November 2022, merupakan koalisi strategis antara Wetlands International Indonesia, YKAN, dan Konservasi Indonesia (KI).

Misi mereka tidak main-main yakni menghentikan hilangnya mangrove akibat aktivitas manusia, melindungi permanen 80% sisa mangrove dunia, memulihkan kembali area yang telah gundul, dan mengaktivasi pendanaan karbon biru yang berkelanjutan.

About The Author

Penulis : Rian

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine
Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program
Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan
Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada
BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba
BNNP Kepri dan Dinkes Lingga Perkuat Benteng Generasi Muda
Karang Taruna Kepri Gandeng BNN Perkuat Perangi Narkoba
Aturan Jarak 10 Kilometer Bikin Distribusi Pertalite Lingga Terjepit
Berita ini 19 kali dibaca

Zona Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:21 WIB

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 September 2026 - 14:04 WIB

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 September 2026 - 12:01 WIB

Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan

Rabu, 16 September 2026 - 11:07 WIB

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Selasa, 15 September 2026 - 23:02 WIB

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Zona Terkini

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine | Foto : Zonamu/Bustomi

TERKINI

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:21 WIB

Kadisperindagkop UKM Lingga saat memberikan pengarahan | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:04 WIB

Sekda Lingga Armia saat pimpin rapat | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:07 WIB

BPR Tuah Karimun gandeng KNTI Karimun buat bikin gebrakan baru lewat kolaborasi pemberdayaan ekonomi nelayan | Foto: Zonamu/Humas BPR Tuah Karimun

TERKINI

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Selasa, 15 Sep 2026 - 23:02 WIB