Lingga, Zonamu.com – Menjelang datangnya bulan suci, suasana di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lingga terasa berbeda. Bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum penting dalam menyambut 1 Ramadhan 1447 Hijriah.
Di ruangan itu, para Kepala Kantor Urusan Agama se-Kabupaten Lingga duduk bersisian, membawa satu misi yang sama, memastikan arah kiblat terukur dengan tepat dan rukyatul hilal terlaksana sesuai kaidah ilmiah serta prosedur resmi. Persiapan ini menjadi fondasi dalam menentukan awal bulan puasa yang dinanti umat Muslim.
Kegiatan pembinaan dan sosialisasi tersebut dipimpin Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Lingga, Abdurokhman. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa ketepatan penghitungan arah kiblat dan metode rukyah bukan sekadar teknis lapangan, melainkan tanggung jawab institusi kepada masyarakat.
“Ketepatan penghitungan arah kiblat dan metode rukyah menjadi tanggung jawab institusi,” kata Abdurokhman, Selasa 17 Februari 2026.
Materi yang disampaikan tidak hanya menyentuh aspek teori, tetapi juga mengupas dasar-dasar astronomi falakiyah dan metode hisab.
Para peserta diajak memahami bagaimana pergerakan benda langit dihitung, bagaimana posisi matahari dan bulan dipetakan, hingga bagaimana data astronomis diterjemahkan menjadi keputusan keagamaan yang berdampak luas.
Di sesi berikutnya, suasana semakin serius ketika praktik pengukuran arah kiblat dilakukan menggunakan alat bantu. Kompas kiblat, aplikasi falak, hingga perangkat ukur lainnya menjadi bagian dari simulasi. Ketelitian menjadi kunci, karena selisih beberapa derajat saja dapat memengaruhi akurasi arah.
“Layanan keagamaan kepada masyarakat harus didasarkan pada perhitungan yang akurat dan terukur,” ujarnya menekankan.
Tidak berhenti pada teori dan pengukuran, peserta juga mengikuti simulasi teknis pemantauan hilal. Prosedur pengamatan dijelaskan langkah demi langkah, mulai dari penentuan titik lokasi, waktu observasi, hingga dokumentasi hasil rukyah. Semua dirancang agar pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai standar operasional.
Aspek administrasi pelaporan pun menjadi perhatian. Setiap hasil pengamatan harus disusun secara sistematis dan dilaporkan tepat waktu. Hal ini penting agar data yang diperoleh dapat menjadi bahan pertimbangan dalam sidang penetapan awal Ramadhan.
Melalui pembinaan ini, Kementerian Agama Republik Indonesia di tingkat kabupaten menargetkan pelaksanaan rukyatul hilal berjalan seragam dan terkoordinasi. Dengan kesiapan teknis dan administrasi yang matang, hasil pengamatan dari Lingga diharapkan memberikan kontribusi akurat dalam penetapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah.
Di ufuk barat Lingga nanti, ketika matahari tenggelam dan langit mulai bergradasi jingga, mata-mata para petugas akan tertuju pada satu titik tipis cahaya. Sebuah hilal yang bukan hanya penanda pergantian bulan, tetapi juga awal perjalanan spiritual umat menuju Ramadhan yang penuh berkah.(*)
About The Author
Penulis : Wandi

















