Karimun, Zonamu.com – Malam itu, aroma kopi yang khas menyeruak di antara riuh rendah suara warga yang berkumpul di Kedai Kopi Abu Dafi, Sungai Raya, Kabupaten Karimun.
Namun, suasana kali ini terasa berbeda. Bukan sekadar tempat nongkrong biasa, kedai ini berubah menjadi panggung megah bagi mimpi-mimpi lokal dalam ajang Lomba Karaoke Abu Dafi #16.
Satu per satu peserta naik ke atas panggung. Ada kegugupan di wajah mereka, namun saat musik mulai mengalun, yang terdengar hanyalah gairah untuk berekspresi. Bagi Ahmad Daud, sang Ketua Panitia, pemandangan ini adalah segalanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai unit usaha yang tergolong baru, Kedai Kopi Abu Dafi #16 ingin membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tempat berjualan kopi, melainkan rumah bagi bakat-bakat terpendam di Karimun.
“Kami ingin memberikan ruang. Terima kasih atas dukungan semua pihak yang membuat mimpi kecil ini menjadi nyata,” ungkap Ahmad Daud dengan nada haru.
Di tengah kerumunan, hadir Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole. Bagi beliau, lagu-lagu yang dibawakan malam itu bukan sekadar hiburan telinga. Di balik tawa dan tepuk tangan penonton, ada misi kemanusiaan yang lebih dalam.
Mengingat tingginya angka kasus bunuh diri di Karimun belakangan ini, Rocky melihat acara seperti ini sebagai “obat” sosial.
“Ajang ini adalah tempat kita melepas penat dan saling menyapa. Kita ingin masyarakat lebih peduli dengan tetangganya,” tuturnya.
Beliau berharap, dari panggung sederhana di kedai kopi ini, akan lahir bintang baru yang menyusul jejak putri daerah Karimun di kancah nasional seperti Indonesian Idol.
Antusiasme yang meluap malam itu ternyata memantik rencana besar. Pemerintah Kabupaten Karimun tidak ingin berhenti di sini. Sebuah visi ambisius dicanangkan, tahun 2026, kompetisi ini akan naik kelas menjadi tingkat kabupaten.
Rencananya, setiap kecamatan akan menyaring bakat-bakat terbaiknya untuk bertarung di final besar. Gagasan ini pun disambut hangat oleh Muhammad Firdaus, anggota DPRD Karimun. Ia membayangkan sebuah festival yang tidak hanya mengandalkan suara merdu, tapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui kolaborasi dengan Dinas Pariwisata.
Malam itu, Lomba Karaoke Abu Dafi #16 ditutup dengan senyuman. Bukan hanya tentang siapa yang membawa pulang piala, tapi tentang bagaimana sebuah cangkir kopi dan sebait lagu mampu merajut kembali tali persaudaraan warga Karimun.
Penulis : Bagan
















