Lingga, Zonamu.com – Tradisi lampu colok di Dabo Singkep kembali bersiap menyala meriah pada Ramadan 2026. Pemerintah kecamatan memastikan lomba gerbang lampu colok tetap digelar seperti tahun-tahun sebelumnya dengan penilaian yang lebih luas.
Camat Singkep, Agustiar, mengatakan panitia tidak hanya menilai kemeriahan pada malam tujuh likur saja. Para peserta diminta menyalakan lampu colok mulai malam 27 hingga 30 Ramadan agar suasana kampung tetap hidup hingga penghujung bulan suci.
“Jadi kepada para peserta agar menyalakan lampu gerbangnya tidak hanya malam 27 saja melainkan sampai malam 30 Ramadhan,” kata Agustiar, Kamis 5 Maret 2026.
Menurutnya, keberlanjutan nyala lampu colok selama beberapa malam akan menjadi salah satu poin tambahan dalam penilaian. Hal itu dilakukan agar tradisi tidak hanya ramai di satu malam, tetapi terus menyala hingga akhir Ramadan.
“Karena itu salah satu bentuk penilaian kita. Jadi kita tidak hanya menilai di malam 27 saja,” ujarnya.
Ia menjelaskan setiap desa dan kelurahan juga akan menggelar kegiatan sederhana di gerbang masing-masing. Masyarakat biasanya menyiapkan jamuan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan di malam tujuh likur.
“Jamuan tersebut memang tidak masuk dalam kategori penilaian lomba. Namun suasana doa selamat dan kebersamaan di setiap pintu gerbang diharapkan menambah semarak tradisi,” tuturnya.
Selain membahas lomba, pemerintah kecamatan juga menggelar rapat terkait pengamanan dan pengaturan lalu lintas. Hal ini penting karena banyak warga berkumpul dan kendaraan melintas untuk melihat keindahan lampu colok.
Pemerintah ingin perayaan budaya ini tetap berlangsung tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat. Pengawasan akan dilakukan bersama panitia di setiap lokasi gerbang lampu colok.
Agustiar juga mengingatkan para peserta agar memperhatikan faktor keselamatan saat memasang pelita. Ia menegaskan lampu colok tidak boleh dipasang terlalu dekat dengan kabel listrik milik PLN.
Ia berharap seluruh peserta tetap mengutamakan keamanan tanpa mengurangi kreativitas. Dengan begitu tradisi lampu colok di Kabupaten Lingga bisa terus menyala indah sekaligus aman bagi masyarakat.(*)
About The Author
Penulis : Wandi















