Hujan Tak Surutkan Semangat, Upacara HUT RI ke-80 di Singkep Berlangsung Khidmat

- Penulis

Minggu, 17 Agustus 2025 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengibaran Bendera Merah Putih di Kecamatan Singkep | Foto : Zonamu/Arnel

Pengibaran Bendera Merah Putih di Kecamatan Singkep | Foto : Zonamu/Arnel

Lingga, Zonamu.com – Minggu pagi, 17 Agustus 2025, langit Dabo Singkep mendung sejak subuh. Awan kelabu menggantung di atas Lapangan Merdeka, seolah memberi tanda bahwa hujan akan turun di tengah peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

Namun, tak ada tanda-tanda keraguan pada ratusan orang yang telah berdiri di lapangan itu peserta upacara, aparat pemerintah, undangan, hingga masyarakat biasa yang datang dengan semangat kemerdekaan.

Pasukan Paskibra saat melaksanakan tugasnya dengan Baik | Foto : Zonamu/Arnel

Ketika barisan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) memasuki lapangan, rintik hujan pun turun perlahan. Namun langkah mereka tetap tegap, kepala tegak lurus ke depan. Tak satu pun terlihat goyah, justru setiap hentakan sepatu yang berirama menimbulkan getar kebanggaan.

“Kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur untuk memerdekakan Indonesia,” kata Camat Singkep, Agustiar.

Pasukan Pengibar Bendera saat melaksanakan tugas dengan baik | Foto : Zonamu/Arnel

Puncak upacara adalah saat bendera Merah Putih mulai dikibarkan. Semua mata tertuju pada Paskibra Kecamatan Singkep.

Meskipun seragam mereka basah kuyup, setiap gerakan tetap sempurna. Hening menyelimuti lapangan ketika bendera naik perlahan, lalu berkibar anggun di tiang utama, menyatu dengan tiupan angin hujan.

Bagi sebagian orang, mungkin hanya sebuah prosesi rutin, tetapi di tengah guyuran hujan, momen itu menjadi sakral. Merah Putih seakan berbicara kepada semua yang hadir bahwa kemerdekaan ini lahir dari pengorbanan dan keteguhan hati, tak peduli rintangan.

Agustiar mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan untuk dinikmati begitu saja. Ada tanggung jawab moral bagi setiap warga untuk mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

“Kita jangan menjadi penikmat kemerdekaan, tapi kita harus mengisinya dengan berbagai kebaikan agar tujuan kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan benar-benar terwujud,” ujarnya.

Pesan itu terasa relevan, terutama ketika bangsa ini menghadapi tantangan yang tak kalah berat dibanding era perjuangan fisik korupsi, krisis ekonomi, dan degradasi moral generasi muda.

Di antara ratusan warga yang hadir, ada sosok yang menjadi perhatian Katan, seorang pria tua berusia 80 tahun. Dengan tubuh renta, ia berdiri di tepi lapangan, menyaksikan jalannya upacara. Hujan membuat bajunya basah, tetapi matanya berkaca-kaca bukan karena cuaca, melainkan karena rasa haru yang tak terbendung.

“Di usia saya yang sudah 80 tahun ini, saya masih diberikan kesempatan untuk melihat momen upacara HUT RI ke-80 ini,” kata Katan.

Air mata Katan jatuh, bercampur dengan rintik hujan. Baginya, kemerdekaan adalah anugerah terbesar. Namun ia juga menyimpan kegelisahan terhadap kondisi bangsa.

“Kita melihat di televisi banyak sekali permasalahan yang terjadi di negeri kita. Semoga dengan momen ini seluruh rakyat bersatu untuk memulihkan kondisi Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.

Kata-kata Katan menyentuh hati banyak orang yang mendengarnya. Ia adalah representasi generasi tua yang masih setia menjaga ingatan kolektif tentang arti perjuangan.

Ketika upacara berakhir, bendera Merah Putih tetap berkibar gagah di tiang utama, basah oleh hujan tetapi semakin indah dipandang. Begitulah Indonesia hari ini mungkin penuh tantangan, namun tetap berdiri kokoh karena cinta rakyatnya yang tak pernah luntur.(*)

About The Author

Penulis : Wandi

Editor : Ami

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

KOHATI HMI Tanjungpinang-Bintan Kecam Kasus Pelecehan di FH UI
Pemprov Kepri Hibahkan Lahan, Jaksa Dapat Mess Baru
Pemkab Lingga Sinkronkan Tata Ruang, Cegah Tabrakan Kebijakan
BKOW Kepri Bagikan Bibit, Dorong Pangan Mandiri
Dorong Ketahanan Pangan, PT Timah Bina Peternak Ayam di Karimun
Camat Singkep Barat Lantik Pj Kades Bakong
Mencoba Warisan Rasa di Bengkong Laut: Kisah Kelezatan Bebek Blondo yang Lumer di Lidah
Solidaritas Warga Gladiola 1 Karimun, Gotong Royong Bongkar Puing Kanopi Pasca Puting Beliung
Berita ini 75 kali dibaca

Zona Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 14:25 WIB

KOHATI HMI Tanjungpinang-Bintan Kecam Kasus Pelecehan di FH UI

Jumat, 17 April 2026 - 12:09 WIB

Pemprov Kepri Hibahkan Lahan, Jaksa Dapat Mess Baru

Jumat, 17 April 2026 - 12:00 WIB

Pemkab Lingga Sinkronkan Tata Ruang, Cegah Tabrakan Kebijakan

Kamis, 16 April 2026 - 11:32 WIB

BKOW Kepri Bagikan Bibit, Dorong Pangan Mandiri

Rabu, 15 April 2026 - 23:25 WIB

Dorong Ketahanan Pangan, PT Timah Bina Peternak Ayam di Karimun

Zona Terkini

Gubernur Kepri saat menyerahakan sertifikat lahan kepada Kajati Kepri | Foto : Zonamu/Enji Diskominfo Kepri

TERKINI

Pemprov Kepri Hibahkan Lahan, Jaksa Dapat Mess Baru

Jumat, 17 Apr 2026 - 12:09 WIB

Penanaman bibit pohon oleh Ketua BKOW Kepri, Ketua TP PKK Provinsi Kepri Dewi Kumalasari Ansar Ahmad, Wakil Ketua DPP IWAPI Pusat Hanna Hasanah Fadel Muhammad | Foto : Zonamu/Diskominfo Kepri

TERKINI

BKOW Kepri Bagikan Bibit, Dorong Pangan Mandiri

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:32 WIB