Fakta Terungkap Lorong Bawah Tanah di Wisma Timah

- Penulis

Sabtu, 11 Januari 2025 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Lorong Bawah Tanah di Wisma Timah Dabo Singkep (Foto : Zonamu/Wandi)

Lorong Bawah Tanah di Wisma Timah Dabo Singkep (Foto : Zonamu/Wandi)

Lingga, Zonamu.com – Sebuah lorong bawah tanah yang terletak di samping jalan raya depan Wisma Timah, Dabo Singkep, telah lama menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat setempat.

Keberadaan lorong ini menimbulkan berbagai spekulasi dan dugaan sejarah, mulai dari klaim bahwa lorong tersebut merupakan peninggalan zaman kolonial Belanda hingga dugaan bahwa lorong tersebut dibangun oleh perusahaan timah yang pernah berjaya di daerah ini.

Namun, fakta sebenarnya dari lorong ini akhirnya terungkap dan mematahkan berbagai asumsi yang beredar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu tokoh masyarakat Dabo Singkep, Tahrim atau yang akrab disapa Bung Rim, pada Sabtu (11/01/2025), menjelaskan bahwa lorong tersebut bukanlah peninggalan zaman kolonial atau perusahaan timah masa lalu.

Ia menegaskan bahwa lorong itu sebenarnya dibangun sekitar tahun 2011. Pembangunannya dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lingga dengan tujuan untuk mendukung aktivitas olahraga, khususnya sepak bola, di Kota Dabo Singkep.

“Terowongan itu dibuat sebagai akses untuk mempermudah para pecinta olahraga sepak bola turun ke Lapangan Merdeka, lapangan sepak bola terbesar di Dabo Singkep. Lokasi lorong ini memang berada tepat di bawah podium lapangan,” ungkap Bung Rim.

Terowongan tersebut juga sempat menjadi jalan bagi timnas Indonesia U-19 yang datang ke Dabo Singkep yang berlaga dengan pemain sepakbola muda Kabupaten Lingga pada tahun 2014 lalu.

Skuat Garuda Jaya bertandang ke Kabupaten Lingga dalam rangka tour Nusantara sebelum Pada bulan Oktober mendatang perjuangannya di Piala Asia U-19 yang  tergabung dalam grup B bersama dengan Uzbekistan, Australia dan Uni Emirat Arab.

Meski keberadaan lorong ini sudah lebih dari satu dekade, sebagian besar masyarakat masih belum mengetahui sejarah pembuatannya. Akibat kurangnya informasi, muncul berbagai teori mengenai asal-usul lorong tersebut.

Beberapa warga meyakini bahwa lorong ini dibangun pada masa penjajahan Belanda untuk keperluan operasional perusahaan timah yang pernah beroperasi di Dabo Singkep.

Ada juga yang mengaitkannya dengan masa pendudukan Jepang, mengingat di wilayah Dabo Singkep memang ditemukan sejumlah bunker Jepang yang berfungsi sebagai pertahanan militer.

Namun, informasi dari Bung Rim mengonfirmasi bahwa lorong ini bukanlah peninggalan masa kolonial atau era pendudukan Jepang, melainkan proyek modern yang bertujuan untuk menunjang fasilitas olahraga dan kenyamanan masyarakat.

Kehadiran lorong bawah tanah ini tetap menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Dabo Singkep. Selain fungsinya yang unik, lorong ini juga menjadi salah satu titik yang memancing rasa penasaran, terutama bagi mereka yang baru pertama kali melihatnya.

Tak sedikit warga yang mengabadikan lorong tersebut sebagai bagian dari potret kota yang sarat sejarah dan inovasi.

Proyek ini juga mencerminkan upaya pemerintah daerah pada saat itu untuk mendukung perkembangan fasilitas olahraga di Kabupaten Lingga.

Lapangan Merdeka, yang menjadi salah satu ikon olahraga di Dabo Singkep, kini semakin mudah diakses berkat kehadiran lorong ini.

Kasus lorong bawah tanah ini menjadi pelajaran penting tentang bagaimana kurangnya informasi dapat memicu berbagai asumsi di masyarakat.

Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pemerintah dan tokoh masyarakat untuk memberikan penjelasan yang jelas dan transparan mengenai sejarah serta tujuan pembangunan fasilitas publik.

Kini, setelah fakta sebenarnya terungkap, masyarakat dapat lebih memahami bahwa lorong ini adalah bagian dari upaya modernisasi dan bukan peninggalan masa lalu seperti yang selama ini banyak dipercaya.

About The Author

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine
Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program
Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan
Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada
BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba
BNNP Kepri dan Dinkes Lingga Perkuat Benteng Generasi Muda
Karang Taruna Kepri Gandeng BNN Perkuat Perangi Narkoba
Aturan Jarak 10 Kilometer Bikin Distribusi Pertalite Lingga Terjepit
Berita ini 46 kali dibaca

Zona Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:21 WIB

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 September 2026 - 14:04 WIB

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 September 2026 - 12:01 WIB

Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan

Rabu, 16 September 2026 - 11:07 WIB

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Selasa, 15 September 2026 - 23:02 WIB

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Zona Terkini

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine | Foto : Zonamu/Bustomi

TERKINI

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:21 WIB

Kadisperindagkop UKM Lingga saat memberikan pengarahan | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:04 WIB

Sekda Lingga Armia saat pimpin rapat | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:07 WIB

BPR Tuah Karimun gandeng KNTI Karimun buat bikin gebrakan baru lewat kolaborasi pemberdayaan ekonomi nelayan | Foto: Zonamu/Humas BPR Tuah Karimun

TERKINI

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Selasa, 15 Sep 2026 - 23:02 WIB