Tanjungpinang, Zonamu.com – AJI Tanjungpinang bersama STAIN SAR Kepri lebih dulu menggelar Workshop Etik dan Profesionalisme Jurnalis. Dengan mengusung tema “Menjaga Kepercayaan Publik: Etik dan Profesionalisme Jurnalis di Era Digital dan Kecerdasan Artifisial”.
Dua pemateri mengisi kegiatan tersebut yakni Budisantoso Budiman, anggota Badan Penguji AJI Indonesia, dan Syahrul Rahmad, dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) STAIN SAR Kepri. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Rektor STAIN SAR Kepri Azni.
Ketua AJI Tanjungpinang Sutana menyebut ujian ini bertujuan menjadikan jurnalis anggota AJI profesional dan bekerja sesuai kode etik jurnalistik Dewan Pers serta kode perilaku yang ditetapkan AJI.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini merupakan pelaksanaan UKJ yang ketiga kali AJI Tanjungpinang melaksanakan yakni pada 2019, 2023, dan tahun ini, 2026,” kata Sutana, Jumat 16 Oktober 2026.
Sutana merinci, delapan jurnalis mengikuti ujian jenjang utama, empat jurnalis jenjang madya, dan lima jurnalis jenjang muda.
“Mereka nanti diuji oleh tiga orang penguji dari Badan Penguji AJI Indonesia,” ujarnya.
Rektor STAIN SAR Kepri Azni mengatakan, bahwa menjadi seorang jurnalis hidupnya tidak terikat dengan apapun. Sebab ketika tergambar ingin menulis sesuatu yang terlintas di pikiran itu akan langsung di tulis tanpa ada yang melarang.
“Untuk itu dunia Jurnalistik sangat berbeda dengan hal lainnya jika disandingkan,” kata Azni.
Dan menurut Azni menjadi seorang wartawan merupakan suatu hal yang menyenangkan. Untuk itu dengan kegiatan ini diharapkan dapat membawa hal-hal positif bagi masyarakat nantinya.
“Kita berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik serta memberikan dampak positif untuk ke depannya,” ujarnya(*)
About The Author
Penulis : Wandi















