Lingga, Zonamu.com – Angin laut berembus pelan menyentuh pesisir Pulau Kojong di Desa Penaah, Kabupaten Lingga. Di wilayah terluar itu, Ramadan datang membawa cahaya yang tak hanya menyentuh langit, tetapi juga hati warganya.
Pembinaan keagamaan digencarkan di sudut negeri yang jauh dari hiruk pikuk kota. Ustadz Imaduddin hadir membawa rangkaian kegiatan Ramadan dengan tekad menguatkan pemahaman ibadah masyarakat pesisir.
Di Mushola Al-Ikhlas yang sederhana, suara mengaji berpadu dengan desir ombak. Dukungan masyarakat suku laut menjadi kekuatan yang membuat langkah pembinaan itu terasa hangat dan penuh harap.
Setiap menjelang berbuka, pengajian rutin digelar dengan khidmat. Anak-anak, remaja, hingga orang tua duduk bersisian mempelajari dasar-dasar ibadah dan pembinaan akhlak.
“Pengajian rutin digelar setiap menjelang berbuka puasa. Anak-anak, remaja, hingga orang tua mengikuti materi dasar ibadah dan pembinaan akhlak,” kata Imaduddin, Senin 23 Februari 2026.
Anak-anak diberi tugas menghafal Surah Al-Fatihah dan bacaan tahiyat akhir. Hafalan itu bukan sekadar tugas, melainkan titipan cahaya untuk masa depan mereka.
Evaluasi dijadwalkan pada Jumat, 27 Februari 2026. Keseriusan itu menjadi tanda bahwa pembinaan di pulau terluar pun dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Jadi anak-anak kita beri tugas hafalan surah al-fatihah dan bacaan tahiyat akhir,” ujarnya.
Menjelang azan magrib, jamaah berkumpul dalam lingkar kebersamaan. Kurma dari panitia berpadu dengan kelapa muda, nasi, dan ikan yang dibawa warga secara gotong royong.
Malam harinya, kultum dan salat tarawih berjamaah mengisi sunyi pesisir. Remaja-remaja melanjutkan langkah dengan tadarus Al-Qur’an, membiarkan ayat-ayat suci mengalun di bawah langit yang luas.
Ustadz Imaduddin menegaskan pembinaan di wilayah 3T bukan sekadar agenda musiman Ramadan. Kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi fondasi kokoh, agar iman tetap menyala bahkan ketika bulan suci telah berlalu.(*)
About The Author
Penulis : Wandi

















