Lingga, Zonamu.com – Kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau ke Rumah Tenun Daik Lingga, Rabu 1 April 2026, bukan sekadar jalan-jalan melihat kain. Agenda ini langsung menohok satu hal perajin harus naik kelas, bukan hanya sibuk menenun tanpa arah pasar.
Rombongan disambut Ketua Dekranasda Kabupaten Lingga, Feby Sarianty Novrizal, bersama jajaran pengurus. Suasana hangat terasa, tapi isi pembicaraan tetap serius, karena yang dibahas bukan sekadar benang dan motif, melainkan masa depan ekonomi kreatif.
Kehadiran desainer nasional Wignyo Rahadi menjadi “alarm” bagi para perajin. Ia tidak datang membawa pujian semata, tapi juga kritik membangun agar kualitas tenun Lingga bisa bersaing di pasar yang lebih luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau mau masuk pasar besar, kualitas harus dijaga, motif harus konsisten, dan inovasi jangan berhenti,” kata Wignyo.
Ia mengingatkan bahwa pasar tidak menunggu, tapi memilih yang terbaik. Bank Indonesia sendiri bukan pemain baru dalam pengembangan tenun Lingga.
“Sejak 2023, bantuan alat tenun dan perlengkapannya telah diberikan sebagai fondasi awal berdirinya Rumah Tenun ini,” kata Ketua Dekranasda Lingga Feby Sarianty.
Bantuan tersebut kini terbukti bukan sekadar pajangan program, tapi benar-benar dimanfaatkan. Rumah Tenun Lingga mulai tumbuh sebagai pusat pemberdayaan perajin lokal, meski tantangan masih banyak di depan.
“Kami ingin perajin tidak hanya bertahan, tapi berkembang dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi pengingat bahwa potensi lokal tidak cukup hanya dibanggakan, tapi harus diperjuangkan. Kalau ingin tenun Lingga dikenal dunia, maka kualitas, konsistensi, dan inovasi tidak boleh lagi ditawar-tawar.(*)
About The Author
Penulis : Wandi














