Hujan yang Dinanti di Dabo Singkep Doa Warga Lingga Dijawab Langit

- Penulis

Selasa, 17 Februari 2026 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Potrer kondisi hujan yang terjadi Kabupaten Lingga | foto : Zonamu/Wandi

Potrer kondisi hujan yang terjadi Kabupaten Lingga | foto : Zonamu/Wandi

Lingga, Zonamu.com – Setelah berbulan-bulan kemarau membakar tanah dan mengeringkan sumber air, langit di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, akhirnya pecah oleh hujan.

Sejak malam hingga siang hari, butiran air turun cukup deras, membasahi bumi yang lama merindukan kesejukan. Aroma tanah basah menyeruak, seolah menjadi pertanda harapan baru bagi warga.

Di sejumlah titik wilayah Kabupaten Lingga, musim kemarau panjang sebelumnya telah membuat sumur-sumur mengering dan debit air menyusut drastis. Warga pun kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turunnya hujan kali ini terasa bukan sekadar fenomena alam, melainkan jawaban atas doa-doa yang dipanjatkan. Warga menyambutnya dengan syukur dan sigap memanfaatkan setiap tetes air yang jatuh dari langit.

Doni, salah satu warga Dabo, mengaku lega saat hujan turun tanpa henti. Selama kemarau, ia mengandalkan sumur pribadi untuk kebutuhan mandi dan mencuci. Namun, sumur itu pun ikut mengering akibat panas berkepanjangan.

“Alhamdulillah akhirnya hujan turun. Saya juga memanfaatkan momen ini untuk menampung air hujan menggunakan wadah yang ada,” ujarnya, Selasa 17 Februari 2026.

Sejak pagi, Doni terlihat menyiapkan berbagai wadah besar untuk menampung air hujan. Baginya, air yang terkumpul sangat berarti, terutama menjelang bulan suci ketika kebutuhan rumah tangga meningkat.

“Apalagi bulan Ramadhan sudah beberapa hari lagi. Setidaknya air hujan ini dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk kebutuhan memasak biasanya mengambil air dari perigi umum. Namun karena digunakan banyak warga, ia tidak bisa mengambil dalam jumlah besar.

Sementara untuk mandi dan mencuci, biasanya mengandalkan sumur pribadi yang kini kering.

“Makanya saya menampung air hujan ini untuk kebutuhan mencuci dan lainnya. Kalau untuk masak saya ambil di perigi umum, tidak bisa ambil banyak karena digunakan untuk orang ramai,” tuturnya.

Rasa syukur juga dirasakan Madi, petani sayuran yang menggantungkan hidup pada curah hujan. Selama kemarau, banyak tanaman yang layu bahkan mati karena kekurangan air.

“Saya sangat berharap agar musim kemarau ini segera berakhir. Jika terus berlanjut banyak tanaman yang kering dan mati,” ujar Madi.

Hujan yang turun dari malam hingga siang hari ini juga membawa harapan meredanya ancaman kebakaran hutan dan lahan yang beberapa waktu terakhir kerap terjadi. Tanah yang kembali basah diharapkan mampu menekan risiko kebakaran yang merugikan banyak pihak.

“Apalagi saya bertani menggunakan curah hujan sebagai bantuan untuk sumber air bagi tanaman,” pungkasnya.

Bagi Madi, waktu sangat berharga. Bulan puasa sudah di depan mata, dan ia seharusnya mulai menanam sayuran baru agar dapat dipanen menjelang Idul Fitri.

“Dengan turunnya hujan hari ini semoga menjadi awal musim kemarau berakhir. Mengingat puasa sudah di depan mata,” katanya penuh harap.

Di bawah langit yang perlahan kembali cerah, warga Dabo Singkep menatap hari dengan optimisme baru. Hujan kali ini bukan sekadar air yang turun dari awan, melainkan tanda kehidupan yang kembali mengalir di tanah Lingga.

 

About The Author

Penulis : Wandi

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine
Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program
Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan
Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada
BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba
BNNP Kepri dan Dinkes Lingga Perkuat Benteng Generasi Muda
Karang Taruna Kepri Gandeng BNN Perkuat Perangi Narkoba
Aturan Jarak 10 Kilometer Bikin Distribusi Pertalite Lingga Terjepit
Berita ini 26 kali dibaca

Zona Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:21 WIB

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 September 2026 - 14:04 WIB

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 September 2026 - 12:01 WIB

Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan

Rabu, 16 September 2026 - 11:07 WIB

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Selasa, 15 September 2026 - 23:02 WIB

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Zona Terkini

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine | Foto : Zonamu/Bustomi

TERKINI

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:21 WIB

Kadisperindagkop UKM Lingga saat memberikan pengarahan | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:04 WIB

Sekda Lingga Armia saat pimpin rapat | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:07 WIB

BPR Tuah Karimun gandeng KNTI Karimun buat bikin gebrakan baru lewat kolaborasi pemberdayaan ekonomi nelayan | Foto: Zonamu/Humas BPR Tuah Karimun

TERKINI

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Selasa, 15 Sep 2026 - 23:02 WIB