Lingga, Zonamu.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lingga dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional.
Kali ini, apresiasi tersebut diwujudkan melalui penghargaan atas dukungan dan kontribusi dalam penguatan tata kelola pemerintahan desa serta percepatan pembangunan desa.
Penghargaan itu diterima langsung oleh Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lingga, Syarifah Riva Wartety Anugrah, yang mewakili Bupati Lingga.
Penyerahan dilakukan oleh Zulkifli Hasan selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, didampingi Yandri Susanto.
Momen tersebut berlangsung dalam rangkaian Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia yang digelar pada 16 Februari 2026 di Jakarta.
Kegiatan berskala nasional itu menjadi ajang konsolidasi sekaligus refleksi atas peran strategis desa dalam pembangunan nasional.
Penghargaan yang diterima Pemerintah Kabupaten Lingga bukan sekadar simbol seremonial.
Ia menjadi bentuk pengakuan atas komitmen dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel, sekaligus berorientasi pada percepatan pembangunan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Selama ini, penguatan sistem pengelolaan keuangan desa, pembinaan aparatur desa, hingga pengawasan yang terukur menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah,” kata Bupati Lingga Nizar.
Sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah desa dinilai menjadi kunci dalam memastikan program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Momentum penghargaan ini diharapkan menjadi energi baru bagi Pemerintah Kabupaten Lingga untuk terus meningkatkan kinerja dan inovasi.
“Kolaborasi yang erat antara pemerintah daerah dan desa diyakini mampu mendorong lahirnya terobosan-terobosan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, desa-desa di Kabupaten Lingga ditargetkan tumbuh menjadi desa yang mandiri, maju, dan berdaya saing.
Dengan fondasi tata kelola yang kuat, desa tidak hanya menjadi objek pembangunan, melainkan subjek utama yang berkontribusi.
“Tentunya terhadap pembangunan daerah secara berkelanjutan,” tuturnya.
Penghargaan di ibu kota ini menjadi penegas bahwa langkah Lingga dalam membangun dari desa bukan sekadar wacana, tetapi komitmen nyata yang mendapat pengakuan di tingkat nasional.(*)
About The Author
Penulis : Wandi















