Lingga, Zonamu.com – Kondisi jalan rusak parah dan berlumpur di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Lingga Utara, kini sangat memprihatinkan. Jalan tersebut semakin sulit dilalui warga terutama saat kondisi hujan turun dengan intensitas tinggi.
Kepala Desa Rantau Panjang, Rio Diari Pratama, membenarkan bahwa kondisi infrastruktur kini sangat membebani masyarakat. Jalan desa ini pertama kali dibangun sejak tahun 2014, namun baru satu kali mengalami peningkatan.
“Jalan desa Rantau Panjang dibangun sejak tahun 2014. Peningkatannya baru dilaksanakan pada tahun 2022,” kata Rio, Rabu (10/12/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Artinya, dalam rentang waktu 11 tahun, jalan tersebut baru mendapatkan satu kali perbaikan dengan peningkatan kualitas. Peningkatan tersebut hanya dilakukan sepanjang 1 km dari total panjang ruas jalan keseluruhan yang mencapai 6 km.
“Artinya perjalanan dari tahun 2014 sampai dengan 2025 jalan tersebut baru satu kali peningkatan. Peningkatan itu hanya mencakup sepanjang 1 km dari panjang total ruas jalan 6 km,” ujarnya.
Pemerintah Desa Rantau Panjang terus berupaya maksimal melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait mengenai kondisi jalan ini. Koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Daerah dan juga Dinas PUPR Provinsi Kepulauan Riau.
“Kita juga membangun komunikasi dengan DPRD Lingga berkaitan dengan kondisi jalan. Selain itu, kita juga melakukan koordinasi langsung dengan Gubernur Kepri dalam bentuk proposal,” ia menambahkan.
Rio menegaskan bahwa warga Desa Rantau Panjang merasakan kesulitan yang amat sangat dengan kondisi jalan yang terjadi saat ini. Situasi ini berdampak langsung pada mobilitas harian mereka dalam mencari nafkah.
“Warga Desa Rantau Panjang merasakan sangat sulit sekali dengan kondisi jalan yang terjadi. Hal ini tentu sangat menyulitkan sekali dari masyarakat untuk akses dalam hal mencari nafkah,” katanya.
Kesulitan akses ini sangat terasa karena hampir 40 persen warga desa Rantau Panjang bekerja di ibu kota Kabupaten Lingga. Mereka bekerja di sektor perkantoran, pedagang, maupun buruh bangunan yang menuntut mobilitas tinggi ke pusat kabupaten.(*)
About The Author
Penulis : Wandi














