Derap langkah pelajar mewarnai Desa Musai, Kecamatan Lingga. Sekolah dan pesantren dari Kecamatan Lingga, Lingga Timur, dan Lingga Utara mengikuti pawai yang menjadi pembuka Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Futsal Desa Musai itu bukan hanya mempertemukan antarpelajar melainkan menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai agama yang mereka pelajari di sekolah.
Setelah pawai, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia. Kehadiran peserta dari tiga kecamatan mempertemukan pelajar dalam satu kegiatan yang menggabungkan keterampilan, seni, dan pendidikan agama Islam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Armia mengatakan, pentas PAI memberikan kesempatan kepada pelajar untuk mengembangkan potensi dan kreativitas di bidang keagamaan. Melalui kegiatan semacam ini, pendidikan agama tidak hanya dipelajari melalui materi di ruang kelas, tetapi juga dapat diperkuat lewat pengalaman dan interaksi bersama peserta lain.
“Tentunya kegiatan ini memperkuat pendidikan agama tidak hanya di kelas saja melainkan menambah pengalaman dan interaksi bersama peserta lain,” kata Armia, Senin 26 Oktober 2026.
Namun, nilai penting kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan acara. Pendidikan agama juga berkaitan dengan bagaimana pelajar menerapkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak.
“Terutama dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” ujarnya.
Di tengah pergaulan dan perubahan zaman, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam pendidikan generasi muda. Pengetahuan agama diharapkan berjalan seiring dengan sikap saling menghormati, tanggung jawab.
“Serta kemampuan menjaga hubungan baik dengan sesama,” tuturnya.
Pentas PAI 2026 mengusung semangat membangun generasi muda yang berkualitas dan berakhlak mulia. Selain mengembangkan keterampilan, kegiatan ini juga diarahkan untuk mempererat ukhuwah Islamiah antarpelajar dari Kecamatan Lingga, Lingga Timur, dan Lingga Utara.
Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pelajar untuk saling mengenal dan membangun kebersamaan di luar lingkungan sekolah masing-masing. Semangat yang tumbuh selama kegiatan diharapkan tidak berhenti ketika acara berakhir, tetapi berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
Dari Desa Musai, Pentas PAI 2026 menjadi salah satu upaya mempertemukan pendidikan, kreativitas, dan pembinaan akhlak. Harapannya, generasi muda Lingga tidak hanya tumbuh dengan pengetahuan yang baik, tetapi juga memiliki karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.(*)
About The Author
Penulis : Wandi















