Akademisi Malaysia Kagumi Manuskrip Penyengat, Siap Jalin Kerja Sama

- Penulis

Minggu, 12 April 2026 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Ansar saat memberikan kata sambutan | Foto : Zonamu/Diskominfo Kepri

Gubernur Ansar saat memberikan kata sambutan | Foto : Zonamu/Diskominfo Kepri

Tanjungpinang, Zonamu.com – Kekayaan manuskrip bersejarah di Pulau Penyengat sukses mencuri perhatian akademisi Malaysia. Bukan sekadar kagum, mereka bahkan terang-terangan menyebutnya sebagai “harta karun intelektual” yang masih terjaga rapi.

Kesan itu disampaikan dalam pertemuan bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad di Gedung Daerah Tanjungpinang, Jumat. Agenda yang awalnya santai, berubah jadi diskusi serius soal masa depan warisan Melayu.

Rombongan akademisi dipimpin oleh Naib Canselor Universiti Al-Quran Al-Sultan Abdullah Ahmad Shah Pahang, Mohd Zawavi Bin Zainal Abidin. Ia mengaku kunjungan ke Pulau Penyengat memberi pengalaman berharga dalam memahami manuskrip peninggalan Kerajaan Riau-Lingga.

“Kami sangat terkesima dengan manuskrip yang ada di Pulau Penyengat. Ini adalah khazanah luar biasa yang harus terus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya, Jumat 10 April 2026.

Menurutnya, manuskrip tersebut bukan hanya penting bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia Melayu secara luas. Ia bahkan menilai nilai historis dan intelektualnya masih sangat relevan hingga saat ini.

Tak berhenti di pujian, pihak UNIQSAAS juga membuka peluang kerja sama konkret. Mereka siap berkolaborasi dalam kajian manuskrip hingga pengembangan tulisan Jawi atau Arab Melayu.

“Kami siap menjalin kerja sama untuk pengembangan manuskrip dan penguatan budaya Melayu,” tegasnya.

Gubernur Ansar Ahmad menyambut baik tawaran tersebut dan menegaskan posisi strategis Pulau Penyengat. Ia mengingatkan bahwa pulau itu menjadi pusat lahirnya karya besar seperti Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji.

“Pulau Penyengat bukan sekadar situs sejarah, tapi pusat peradaban sastra Melayu yang harus terus kita jaga,” kata Ansar.

Ia juga mengungkap rencana pembangunan monumen Bahasa Indonesia di Pulau Penyengat. Langkah ini diharapkan menjadi simbol kuat bahwa bahasa persatuan bangsa lahir dari akar budaya Melayu yang kokoh.(*)

About The Author

Penulis : Andri

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

BKOW Kepri Bagikan Bibit, Dorong Pangan Mandiri
Dorong Ketahanan Pangan, PT Timah Bina Peternak Ayam di Karimun
Camat Singkep Barat Lantik Pj Kades Bakong
Mencoba Warisan Rasa di Bengkong Laut: Kisah Kelezatan Bebek Blondo yang Lumer di Lidah
Solidaritas Warga Gladiola 1 Karimun, Gotong Royong Bongkar Puing Kanopi Pasca Puting Beliung
Puting Beliung Terjang Perumahan Gladiola Karimun, 11 Rumah Rusak Parah
IJTI Kepri Tegas, Intimidasi Wartawan Harus Diproses Hukum
Rumput Laut Lingga Dilirik Investor, Peluang Ekspor Menguat
Berita ini 4 kali dibaca

Zona Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 11:32 WIB

BKOW Kepri Bagikan Bibit, Dorong Pangan Mandiri

Rabu, 15 April 2026 - 23:25 WIB

Dorong Ketahanan Pangan, PT Timah Bina Peternak Ayam di Karimun

Rabu, 15 April 2026 - 18:04 WIB

Camat Singkep Barat Lantik Pj Kades Bakong

Rabu, 15 April 2026 - 13:02 WIB

Mencoba Warisan Rasa di Bengkong Laut: Kisah Kelezatan Bebek Blondo yang Lumer di Lidah

Selasa, 14 April 2026 - 19:06 WIB

Solidaritas Warga Gladiola 1 Karimun, Gotong Royong Bongkar Puing Kanopi Pasca Puting Beliung

Zona Terkini

Penanaman bibit pohon oleh Ketua BKOW Kepri, Ketua TP PKK Provinsi Kepri Dewi Kumalasari Ansar Ahmad, Wakil Ketua DPP IWAPI Pusat Hanna Hasanah Fadel Muhammad | Foto : Zonamu/Diskominfo Kepri

TERKINI

BKOW Kepri Bagikan Bibit, Dorong Pangan Mandiri

Kamis, 16 Apr 2026 - 11:32 WIB

Plt. Camat Singkep Barat Lantik Pj Kades Bakong | Foto : Zonamu/Eki

TERKINI

Camat Singkep Barat Lantik Pj Kades Bakong

Rabu, 15 Apr 2026 - 18:04 WIB