Lingga, Zonamu.com – Isu alih fungsi lahan sagu di Kabupaten Lingga makin panas, dan kali ini Pemuda Pancasila ikut angkat suara. Ketua MPC Pemuda Pancasila Lingga, Arman Arsyad, dengan tegas mengingatkan agar sagu tidak “dikorbankan” demi sawit.
Pernyataan ini muncul menyusul viralnya kabar lahan sagu masyarakat di Desa Pekaka yang masuk dalam HGU perusahaan. Situasi ini dinilai bukan sekadar persoalan batas tanah, tapi menyentuh urusan yang lebih dalam.
Arman menegaskan bahwa sagu bukan komoditas biasa yang bisa ditukar begitu saja. Di Lingga, sagu adalah bagian dari identitas, sumber pangan, sekaligus penopang kehidupan masyarakat pesisir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami tidak ingin lahan sagu digantikan dengan sawit. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi soal masa depan pangan daerah,” tegas Arman, Kamis 2 April 2026.
Ia juga mengingatkan agar investasi tidak berjalan “membabi buta” tanpa mempertimbangkan karakter wilayah. Menurutnya, pembangunan tetap penting, tapi jangan sampai menghapus kekuatan lokal yang sudah ada.
“Investasi boleh, tapi harus menyesuaikan dengan kondisi daerah. Jangan sampai yang sudah jadi kekuatan lokal justru hilang,” ujarnya.
Ia menekankan keseimbangan antara ekonomi dan keberlanjutan. Tak berhenti di situ, Arman mendorong langkah konkret dari DPRD Lingga. Ia meminta agar lahan sagu segera dimasukkan ke dalam Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
“Kalau sudah masuk Perda LP2B, ada kepastian hukum. Tidak mudah lagi dialihfungsikan,” katanya.
Ia menyebut langkah ini sebagai “tameng” jangka panjang bagi masyarakat. Meski bersuara keras, Arman tetap mengajak masyarakat untuk tidak terpancing emosi.
“Maka perjuangan tetap harus berjalan dengan cara yang baik dan bermartabat, bukan sekadar panas di permukaan,” tuturnya.(*)
About The Author
Penulis : Wandi














