Tubuhku Bukan Milikmu: Menggugat Kekerasan Seksual yang Terus Menghantui Perempuan Indonesia

- Penulis

Jumat, 25 April 2025 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nurjanah (Ketua Umum KOHATI Cabang Tanjungpinang-Bintan)

Nurjanah (Ketua Umum KOHATI Cabang Tanjungpinang-Bintan)

 

Oleh : Nurjanah (Ketua Umum KOHATI Cabang Tanjungpinang-Bintan)

Malam itu, seorang siswi pulang dari kegiatan belajar tambahan. Di jalan sempit menuju rumahnya, ia menjadi korban pelecehan oleh orang yang dikenalnya. Ia terdiam dalam ketakutan, merasa malu dan trauma.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Butuh waktu berminggu-minggu untuk berani bicara. Namun ketika ia bersuara, masyarakat justru mempertanyakan: “Kenapa dia pulang malam?” “Kenapa dia tidak berteriak?”

Ini bukan kisah yang berdiri sendiri. Di banyak tempat, perempuan—baik pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga ibu rumah tangga—menghadapi kekerasan seksual bahkan di ruang-ruang yang seharusnya aman.

Tidak sedikit yang justru dipersalahkan, didiskreditkan, bahkan dibungkam ketika mencoba mencari keadilan.

Kekerasan seksual terhadap perempuan bukan hanya terjadi, tapi juga dibiarkan hidup oleh budaya yang permisif dan sistem hukum yang masih belum cukup berpihak pada korban.

Data Tak Pernah Berdusta: Kekerasan Seksual Kian Menggila. Dalam Catatan Tahunan Komnas Perempuan 2024, tercatat bahwa kasus kekerasan berbasis gender terhadap perempuan mencapai 330.097 kasus—naik 14,17% dibandingkan tahun sebelumnya. Dari jumlah tersebut, lebih dari 60 ribu kasus merupakan kekerasan seksual yang tercatat selama 22 tahun terakhir.

24.480 kasus terjadi di ranah personal.
36.446 kasus terjadi di ranah publik.

Namun, ini baru permukaan. Banyak kasus tidak dilaporkan karena korban merasa takut, malu, atau tidak percaya pada sistem hukum yang seharusnya melindungi mereka.

Realitas yang Dihadapi Korban: Diadili, Bukan Dilindungi

Korban kekerasan seksual sering kali diperlakukan seolah-olah merekalah yang bersalah. Masyarakat mempertanyakan pakaian mereka, sikap mereka, bahkan keberanian mereka untuk melapor.

Di banyak kasus, korban yang mengadukan kekerasan malah diancam balik atau disarankan untuk “berdamai secara kekeluargaan”.

Ada pula kasus di mana laporan korban tak ditindaklanjuti karena dianggap “kurang bukti”, meskipun sudah ada keterangan yang cukup jelas.

Di sisi lain, korban yang membagikan pengalamannya untuk mencari dukungan malah dilaporkan balik karena dianggap mencemarkan nama baik.

UU TPKS: Sebuah Harapan yang Harus Dijaga

Disahkannya Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) pada 2022 menjadi tonggak penting dalam perlindungan terhadap korban.

UU ini memberikan pengakuan terhadap berbagai bentuk kekerasan seksual yang sebelumnya tidak diakomodasi dalam hukum pidana umum.

Namun penerapannya belum sepenuhnya efektif. Masih banyak aparat penegak hukum yang belum terlatih untuk menangani kasus kekerasan seksual dengan perspektif korban.

Ketersediaan anggaran, sistem pendataan yang terintegrasi, serta pelayanan psikologis dan hukum masih terbatas.

Komnas Perempuan menegaskan bahwa UU ini hanya akan efektif jika didukung oleh pelatihan, sistem kelembagaan yang kuat, dan budaya hukum yang berpihak pada keadilan.

Budaya Baru: Menghormati Tubuh, Menghormati Martabat

Sudah saatnya kita mengubah budaya yang menganggap pelecehan sebagai hal sepele. Lelucon seksis, candaan cabul, atau komentar tidak pantas terhadap tubuh perempuan bukanlah hiburan—itu adalah bentuk kekerasan yang terinternalisasi.

Pendidikan mengenai hak atas tubuh, persetujuan (consent), dan seksualitas yang sehat harus diajarkan sejak usia dini, baik di rumah maupun di institusi pendidikan.

Lingkungan kerja, lembaga pendidikan, dan ruang publik harus menjadi tempat yang aman dan responsif terhadap korban kekerasan.

Media juga memiliki tanggung jawab untuk memberitakan kasus kekerasan dengan bijak, tidak menyudutkan korban, serta tidak menjadikan kekerasan seksual sebagai komoditas sensasi.

Tanggung Jawab Bersama

Kekerasan seksual bukan hanya persoalan perempuan. Ini adalah persoalan semua orang. Ketika kita membiarkan satu korban disalahkan, maka kita membuka jalan bagi kekerasan yang lebih luas.

Tubuh perempuan bukan objek. Bukan milik siapa pun. Ia adalah ruang pribadi yang suci dan harus dihormati.

Kita harus mendengarkan korban, mendukung mereka, dan memastikan bahwa sistem tidak hanya hadir saat viral, tetapi bekerja sepanjang waktu.

Tubuh ini milik perempuan. Bukan milikmu.

About The Author

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

KONI Pusat Dorong Kepri Prioritaskan Cabor Potensial Daerah
Ansar Tegaskan Sportivitas, Keselamatan Atlet Jadi Prioritas di Porprov
Porprov Kepri VI Resmi Dibuka, Tujuh Daerah Siap Bertanding
Atletik Lingga Sabet Empat Emas, Dua Berstatus Eksibisi
Asmin Patros Ungkap Dinamika Persiapan Porprov VI Kepri
Sempena Peringatan Sumpah Pemuda ke-98, Ratusan Peserta dari Berbagai Organisasi dan Paguyuban Ikuti Seminar Kebangsaan
Wabup Novrizal Apresiasi 11 Cabor Lingga yang Mandiri di Porprov Kepri
Wabup Lingga Lepas Kontingen Cabor Porprov VI Kepri

Zona Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 19:50 WIB

KONI Pusat Dorong Kepri Prioritaskan Cabor Potensial Daerah

Minggu, 1 November 2026 - 19:26 WIB

Ansar Tegaskan Sportivitas, Keselamatan Atlet Jadi Prioritas di Porprov

Minggu, 1 November 2026 - 19:12 WIB

Porprov Kepri VI Resmi Dibuka, Tujuh Daerah Siap Bertanding

Minggu, 1 November 2026 - 08:11 WIB

Atletik Lingga Sabet Empat Emas, Dua Berstatus Eksibisi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:54 WIB

Asmin Patros Ungkap Dinamika Persiapan Porprov VI Kepri

Zona Terkini

Wakil Ketua Umum I KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Suwarno | Foto : Wandi

TERKINI

KONI Pusat Dorong Kepri Prioritaskan Cabor Potensial Daerah

Minggu, 1 Nov 2026 - 19:50 WIB

Kontingen Kabupaten Lingga | Foto : Wandi

TERKINI

Porprov Kepri VI Resmi Dibuka, Tujuh Daerah Siap Bertanding

Minggu, 1 Nov 2026 - 19:12 WIB

Atletik Lingga Sabet Empat Emas, Dua Berstatus Eksibisi | Foto : Istimewa

TERKINI

Atletik Lingga Sabet Empat Emas, Dua Berstatus Eksibisi

Minggu, 1 Nov 2026 - 08:11 WIB

Ketua PB Porprov Kepri Asmin Patros saat kata sambutan | Foto : Wandi

TERKINI

Asmin Patros Ungkap Dinamika Persiapan Porprov VI Kepri

Sabtu, 31 Okt 2026 - 22:54 WIB