Lingga, Zonamu.com – Silat pengantin dan berbalas pantun menjadi bagian penting dalam adat pernikahan Melayu di Kepulauan Riau. Tradisi ini tampil saat menyambut pengantin pria sebelum menuju pelaminan singgah sana.
Atraksi silat diperagakan sebagai bentuk penghormatan kepada pengantin laki-laki. Prosesi ini menandai diterimanya pengantin ke dalam lingkungan adat keluarga mempelai perempuan.
Selain dalam pernikahan, silat pengantin juga digunakan untuk menyambut tamu-tamu kehormatan. Tradisi ini berfungsi memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada para tamu yang hadir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jenis silat pengantin yang ditampilkan beragam sesuai aliran dan daerah setempat. Keunikan gerak dan jurus menjadi ciri khas setiap wilayah di Kepri.
Hingga kini, silat pengantin masih dapat ditemui dalam berbagai perhelatan adat. Tradisi ini juga kerap ditampilkan pada acara besar dan kegiatan pemerintahan.
Dalam adat perkawinan Melayu Kepri, silat pengantin menjadi bagian dari rangkaian prosesi nikah kawin. Atraksi ini biasanya dilakukan saat rombongan pengantin pria tiba di lokasi acara.
Tidak hanya silat, berbalas pantun turut melengkapi prosesi pernikahan adat Melayu. Pantun digunakan sebagai penanda pembukaan acara secara adat dan budaya.
Tradisi berbalas pantun juga diterapkan dalam berbagai kegiatan resmi pemerintahan di Kepri. Melalui pantun dan silat, nilai budaya Melayu terus dijaga dan diwariskan.(*)
About The Author
Penulis : Wandi














