Pemerintah Sebut Kapal Pengangkut BBM Tertahan Akibat Cuaca Buruk

- Penulis

Sabtu, 5 Juli 2025 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret kapal pengangkut BBM | Foto : Zonamu/Wandi

Potret kapal pengangkut BBM | Foto : Zonamu/Wandi

Lingga, Zonamu.com – Krisis bahan bakar minyak jenis Pertalite melanda Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, selama empat hari terakhir.

Kondisi semakin memburuk setelah SPBU dan kios pengecer terpantau tutup total. Kelumpuhan transportasi dan aktivitas warga pun tak terelakkan.

Warga mengeluhkan lumpuhnya mobilitas akibat tidak tersedianya bahan bakar. Antrian panjang di SPBU berubah menjadi suasana sepi dan frustrasi setelah stok benar-benar kosong.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah keliling dari pagi, semua tutup. Motor terpaksa didorong. Kerja pun terganggu. Kami minta pemerintah jangan tinggal diam,” ujar Budi, warga Dabo Singkep.

Baca Juga :  Hutan di Belakang SMP Negeri 1 Singkep Pesisir Hangus Terbakar

Menanggapi keresahan tersebut, Kepala Bagian Perekonomian Setda Lingga, Said Hendri, memberikan penjelasan mengenai penyebab kekosongan Pertalite. Menurutnya, kendala terjadi di tingkat distribusi karena faktor operasional di luar kendali.

“Hal ini terjadi karena kendala operasional pengantrian di depot Pertamina Tanjung Uban. Pengisian baru bisa dilakukan pada 4 Juli 2025,” kata Said Hendri, Sabtu 5 Juli 2025.

Selain itu, cuaca buruk akibat musim selatan turut memperparah situasi. Kapal tongkang pengangkut BBM dilaporkan sempat harus berlindung di pulau karena badai yang melanda perairan.

Baca Juga :  Lingga Raih Sertifikat Bebas Frambusia 2025

“Tadi kapal tongkang sempat diberhentikan dan berlindung di pulau karena badai. Insyaallah jika tidak ada kendala, pagi besok atau subuh ini sudah sandar di Dabo,” ujarnya.

Warga berharap penyaluran bisa segera dilakukan begitu kapal bersandar agar aktivitas masyarakat kembali normal.

Pemerintah daerah diminta lebih proaktif dalam mengantisipasi gejolak akibat keterlambatan distribusi BBM, termasuk menyampaikan informasi secara terbuka agar tidak menimbulkan kepanikan.(*)

Penulis : Wandi

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Haul Jamak di Kampung Air Merah Desa Lanjut Sambut Ramadhan
Bayar UWT Batam, Warga Minta Pemerintah Beri Keringanan dan Solusi
Puluhan Karung Diduga Limbah B3 di Pantai Dungun
Komitmen PT Timah Tbk Dukung UMKM Lokal Naik Kelas
Listrik 24 Jam Pulau Lalang Masih Tunggu Izin Kementerian
Bolak-balik Dipulangkan, Seorang Lansia Terlantar di Dabo
Ibu Muda Melahirkan di Kantor Desa Karena Pustu Rusak
Enam Tahun Mengabdi, Febrizal Taupik Pamit dengan Air Mata di Singkep Barat
Berita ini 29 kali dibaca

Zona Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 17:18 WIB

Haul Jamak di Kampung Air Merah Desa Lanjut Sambut Ramadhan

Minggu, 8 Februari 2026 - 13:03 WIB

Bayar UWT Batam, Warga Minta Pemerintah Beri Keringanan dan Solusi

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:56 WIB

Puluhan Karung Diduga Limbah B3 di Pantai Dungun

Sabtu, 7 Februari 2026 - 14:05 WIB

Komitmen PT Timah Tbk Dukung UMKM Lokal Naik Kelas

Jumat, 6 Februari 2026 - 13:47 WIB

Listrik 24 Jam Pulau Lalang Masih Tunggu Izin Kementerian

Zona Terkini

Haul Jamak di Kampung Air Merah Desa Lanjut Sambut Ramadhan | Foto : Zonamu/Wandi

TERKINI

Haul Jamak di Kampung Air Merah Desa Lanjut Sambut Ramadhan

Minggu, 8 Feb 2026 - 17:18 WIB

Puluhan Karung Diduga Limbah B3 di Pantai Dungun | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Puluhan Karung Diduga Limbah B3 di Pantai Dungun

Minggu, 8 Feb 2026 - 10:56 WIB

Pelaku UMKM binaan PT Timah Tbk memamerkan produk unggulannya. Melalui program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK), PT Timah Tbk aktif memfasilitasi promosi produk lokal | Foto: Zonamu/Humas PT Timah

TERKINI

Komitmen PT Timah Tbk Dukung UMKM Lokal Naik Kelas

Sabtu, 7 Feb 2026 - 14:05 WIB

Potret Desa Pulau Lalang | Foto : Zonamu/YT : Dewanto

TERKINI

Listrik 24 Jam Pulau Lalang Masih Tunggu Izin Kementerian

Jumat, 6 Feb 2026 - 13:47 WIB