Harga Cabai dan Bawang Meroket Lingga Minta Bantuan Pusat Atasi Kelangkaan

- Penulis

Senin, 15 Desember 2025 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di pasar tradisional Dabo Singkep | Foto | Zonamu/Paino

Suasana di pasar tradisional Dabo Singkep | Foto | Zonamu/Paino

Lingga, Zonamu.com – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2026, harga sejumlah kebutuhan bahan pokok di Kabupaten Lingga mulai merangkak naik. Selain kenaikan harga, beberapa komoditas juga mulai langka di pasaran.

Kondisi ini dipengaruhi oleh bencana alam di wilayah Sumatera sebagai daerah penyuplai utama. Faktor lain adalah diperketatnya arus distribusi barang keluar dari Kota Batam.

Sejumlah bahan pokok tercatat mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan ini dirasakan langsung oleh pedagang maupun konsumen di pasar tradisional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga bawang putih naik dari sebelumnya Rp28 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram. Bawang merah Jawa melonjak tajam dari Rp36 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram.

Komoditas cabai juga mengalami kenaikan harga. Cabai merah naik dari Rp84 ribu menjadi Rp88 ribu, cabai hijau dari Rp54 ribu menjadi Rp64 ribu, dan cabai rawit melonjak dari Rp54 ribu menjadi Rp76 ribu per kilogram.

Selain itu, harga bawang bombay naik dari Rp20 ribu menjadi Rp35 ribu per kilogram. Sementara cabai kering turut mengalami kenaikan dari Rp64 ribu menjadi Rp88 ribu per kilogram.

Salah satu pedagang di Pasar Tradisional Dabo Singkep, Zulkifli, mengatakan kenaikan harga dipicu terganggunya pasokan dari Sumatera. Menurutnya, daerah tersebut merupakan pemasok utama bahan pangan ke Kabupaten Lingga.

“Kenaikan ini karena pemasok cabai terbesar di Sumatera Utara, Padang dan Aceh sedang terkena bencana alam,” ujar Zulkifli.

Selain cabai, komoditas bawang juga mengalami kenaikan cukup tinggi. Menurut Zulkifli, pasokan bawang yang sebelumnya masuk dari Batam kini tidak memungkinkan lagi karena aturan kawasan FTZ.

“Sekarang bawang masuknya dari Jambi. Harganya memang lebih tinggi, tapi mau tak mau tetap harus masuk karena kebutuhan pokok,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Lingga telah melakukan upaya intensif untuk mengatasi kelangkaan dan kenaikan harga kebutuhan pokok (sembako) di daerah. Pemkab Lingga sudah menyurati Pemerintah Pusat dan Gubernur Kepri terkait permasalahan ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, bahkan telah mendatangi Bea Cukai Batam untuk mencari solusi atas terhambatnya pasokan sembako. Ia menyampaikan hasil pertemuan yang menunjukkan adanya kendala regulasi yang ketat.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Lingga sudah menyurati pemerintah pusat, gubernur Kepri. Bahkan sudah dua kali ke Bea Cukai Batu Ampar Batam,” kata Armia, Senin (15/12/2025).

Armia menjelaskan bahwa Bea Cukai tidak berani memberikan diskresi karena adanya aturan yang mengikat dari Kementerian Keuangan. Pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat berujung pada sanksi pemberhentian.

“Mereka menyampaikan bahwa ini sudah aturan dan mereka tidak berani. Karena ada sanksi dari Kementerian Keuangan, itu akan diberhentikan,” ujarnya.

Menurut Armia, kelangkaan ini tidak hanya terjadi di Lingga tetapi juga di Bintan dan Tanjungpinang. Persoalan ini dipicu oleh status Free Trade Zone (FTZ) Batam yang membuat barang yang keluar dari Batam dikenakan pajak lebih besar.

“Sebenarnya jika mau aman FTZ ini harus dihapuskan,” jelas Sekda.

Armia menyampaikan bahwa penyelesaian masalah FTZ ini memerlukan kewenangan yang lebih tinggi dari pemerintah Kabupaten. Masalah ini harus diselesaikan di tingkat Provinsi atau Pusat.

“Namun kita sudah menyampaikan, ini yang dapat menyelesaikan Gubernur Kepri atau DPR RI perwakilan Kepri. Karena jika Kabupaten Lingga sangat terbatas kewenangannya,” ujarnya.

Armia berharap masyarakat dapat memahami upaya yang telah dilakukan oleh Pemda Lingga, serta meminta kerja sama dari pihak distributor. Ia meminta distributor untuk tidak menimbun dan menaikkan harga.

“Jadi kita berharap kepada masyarakat hari ini kami tetap berupaya. Kami juga meminta kepada distributor jangan menyimpan barang dan dijual apa yang ada sesuai dengan kondisi yang ada dan jangan menaikkan harga,” katanya, mengakhiri.(*)

About The Author

Penulis : Wandi

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Tarian Tin Singkep Bangkitkan Kenangan Luka Sejarah
Sekda Ungkap Transfer Pusat Lancar, DBH Tertahan
Kasus Marok Kecil, JA-YL Dituntut 3 Tahun, WP-DS Lebih Berat
Pantai Batu Berdaun Dibersihkan, Kajari Lingga Ajak Semua Bergerak
Tembus Target 119%, PT Timah Raih Laba Bersih Rp1,31 Triliun Sepanjang 2025
Dari Layar ke Aksi, Pelajar Kepri Kampanyekan Cinta Lingkungan
66 Peserta Bersaing Rebut 24 Kursi Paskibra Lingga
Bawaslu Bintan Jemput Bola Sosialisasikan JDIH ke Masyarakat
Berita ini 69 kali dibaca

Zona Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 13:28 WIB

Tarian Tin Singkep Bangkitkan Kenangan Luka Sejarah

Sabtu, 25 April 2026 - 13:24 WIB

Sekda Ungkap Transfer Pusat Lancar, DBH Tertahan

Jumat, 24 April 2026 - 18:24 WIB

Kasus Marok Kecil, JA-YL Dituntut 3 Tahun, WP-DS Lebih Berat

Jumat, 24 April 2026 - 10:08 WIB

Pantai Batu Berdaun Dibersihkan, Kajari Lingga Ajak Semua Bergerak

Kamis, 23 April 2026 - 21:04 WIB

Tembus Target 119%, PT Timah Raih Laba Bersih Rp1,31 Triliun Sepanjang 2025

Zona Terkini

Persembahan tarian tin from Singkep Island | Foto : Zonamu/ist

TERKINI

Tarian Tin Singkep Bangkitkan Kenangan Luka Sejarah

Minggu, 26 Apr 2026 - 13:28 WIB

Sekda Lingga Armia saat di wawancarai | Foto : Zonamu/Wandi

TERKINI

Sekda Ungkap Transfer Pusat Lancar, DBH Tertahan

Sabtu, 25 Apr 2026 - 13:24 WIB

Sidang Kasus Korupsi Jembatan Marok Kecil di Tanjungpinang | Foto : Zonamu/Ist

Korupsi

Kasus Marok Kecil, JA-YL Dituntut 3 Tahun, WP-DS Lebih Berat

Jumat, 24 Apr 2026 - 18:24 WIB