Karimun, Zonamu.com – Sejumlah instansi terkait mulai memperkuat koordinasi untuk mewujudkan Bandara Raja Haji Abdullah sebagai bandar udara yang sehat, aman, nyaman, dan ramah lingkungan.
Upaya itu ditandai dengan pembentukan Forum Bandara Sehat di ruang rapat dr. H. Nurdin, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tanjung Balai Karimun, Rabu 28 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tanjung Balai Karimun yang diwakili dr. Asep Ahmad Zein, M.H. Pembentukan forum ini menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antarinstansi dalam menjalankan program Bandara Sehat di Bandara Raja Haji Abdullah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, drg. Soerjadi, M.Pub, memaparkan program Kebangkitan Karimun Sehat. Ia mengangkat pentingnya keterlibatan berbagai sektor untuk membangun lingkungan yang sehat dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Menurut paparan tersebut, penerapan perilaku hidup sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pengelola dan pihak yang beraktivitas di kawasan bandara.
Sementara itu, Kepala Kantor UPBU Raja Haji Abdullah, M. Subiat Wiranata Kusumah, S.SiT, memaparkan konsep Healthy Airport dan Green Airport. Menurutnya kedua konsep ini mencakup upaya menjaga kesehatan pengguna jasa, kebersihan dan sanitasi.
“Lalu kualitas udara, keselamatan, serta pengelolaan lingkungan di kawasan bandar udara dinilai sangat penting,” kata Subiat, Kamis 29 Oktober 2026.
Penerapannya antara lain melalui pemeriksaan sanitasi secara berkala, penghematan energi dan air, pengelolaan sampah, pengendalian emisi, serta peningkatan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi risiko kesehatan dan keadaan darurat.
“Pembentukan forum diharapkan setiap instansi dapat membantu sesuai dengan tugas dan kewenangannya agar program ini berjalan terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam satu tahun ke depan, Forum Bandara Sehat diharapkan mendorong perubahan nyata dalam aspek kesehatan, kebersihan, kenyamanan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.
“Kolaborasi lintas instansi menjadi kunci agar Bandara Raja Haji Abdullah tidak hanya menjadi tempat mobilitas penumpang, tetapi juga lingkungan yang sehat dan bertanggung jawab terhadap alam,” tuturnya.(*)
About The Author
Penulis : Bustomi















