Warga Tolak PSN, Nelayan Khawatir Ruang Hidup

- Penulis

Rabu, 22 April 2026 - 09:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bentuk Aksi Warga Protes dengan Konvoi menggunakan kapal | Foto : Zonamu/Ist

Bentuk Aksi Warga Protes dengan Konvoi menggunakan kapal | Foto : Zonamu/Ist

Bintan, Zonamu.com – Masyarakat pesisir di Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri menyuarakan penolakan terhadap pembangunan PSN Galang Batang KEK. Mereka menilai proyek tersebut mengancam laut, pulau kecil, dan ruang hidup nelayan.

Aksi penolakan digelar dengan cara unik namun serius, yakni konvoi kapal menuju lokasi proyek. Warga berlayar hingga perairan dekat PT Bintan Alumina Indonesia sambil membentangkan spanduk protes.

Dalam aksi itu, warga membawa pesan tegas tanpa basa-basi. Tulisan seperti “Tolak PSN GBKEK” hingga “Selamatkan Ruang Hidup Rakyat” menjadi suara kolektif mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perwakilan warga Desa Kelong, Mustofa Bisri, mengungkapkan kekhawatirannya. Ia menilai pembangunan industri besar di pulau kecil berisiko besar bagi lingkungan.

“Ini industri skala besar, tidak cocok di pulau sekecil ini,” kata Mustofa, Selasa 21 April 2026.

Ia menambahkan dampaknya bisa langsung menghantam penghasilan nelayan.

Sementara itu, WALHI Riau turut memperkuat penolakan tersebut. Mereka menilai kebijakan ini berpotensi merusak ekosistem laut dan pesisir.

Manajer Advokasi WALHI Riau, Ahlul Fadli, menegaskan Pulau Poto masuk kategori pulau kecil. Ia menyebut aturan jelas melarang beban industri besar di wilayah seperti itu.

“Pulau sekecil ini tidak boleh dibebani industri berat. Kita mendesak pemerintah pusat segera mencabut izin proyek tersebut,” ujar Ahlul.

Warga bahkan menyoroti potensi ancaman dari PLTU yang berkaitan dengan industri. Mereka khawatir dampaknya bukan hanya hari ini, tapi juga untuk generasi mendatang.

Dengan aksi ini, masyarakat berharap pemerintah membuka mata. “Jangan sampai laut jadi korban, lalu nelayan hanya jadi penonton,” sindir salah satu warga.

About The Author

Penulis : Andri

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Kajari Lingga Lantik Lima Kasubsi Baru
Maya Sari Tutup Final Mapelda Open Lingga
Lomba Religi Gairahkan UMKM, Warga Padati Bazar
Ini Kronologi Pengemudi Avanza Hilang Kendali, Akibatkan Satu Nyawa Melayang
Polisi Bekuk Pelaku Sodomi Anak di Karimun
Kondisi Kejiwaan Jadi Alasan, Puluhan Jurnalis Karimun Sepakat Damai dan Maafkan Pelaku Pengancaman
Evaluasi LKPj 2025, Ansar Komit Perbaiki Kinerja OPD
Pemkab Lingga Gandeng Bank Syariah Bayar THR ASN
Berita ini 8 kali dibaca

Zona Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 13:07 WIB

Kajari Lingga Lantik Lima Kasubsi Baru

Rabu, 22 April 2026 - 09:30 WIB

Maya Sari Tutup Final Mapelda Open Lingga

Rabu, 22 April 2026 - 09:04 WIB

Warga Tolak PSN, Nelayan Khawatir Ruang Hidup

Rabu, 22 April 2026 - 08:46 WIB

Lomba Religi Gairahkan UMKM, Warga Padati Bazar

Selasa, 21 April 2026 - 19:06 WIB

Ini Kronologi Pengemudi Avanza Hilang Kendali, Akibatkan Satu Nyawa Melayang

Zona Terkini

Kajar Lingga saat melantik para Kasubsi | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Kajari Lingga Lantik Lima Kasubsi Baru

Rabu, 22 Apr 2026 - 13:07 WIB

Ketua DPRD Lingga Maya Sari saat menutup turnamen volly | Foto : Zonamu/Ist

OLAHRAGA

Maya Sari Tutup Final Mapelda Open Lingga

Rabu, 22 Apr 2026 - 09:30 WIB

Bentuk Aksi Warga Protes dengan Konvoi menggunakan kapal | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Warga Tolak PSN, Nelayan Khawatir Ruang Hidup

Rabu, 22 Apr 2026 - 09:04 WIB

Pembagian hadiah kepada para peserta lomba | Foto : Zonamu/Paino

TERKINI

Lomba Religi Gairahkan UMKM, Warga Padati Bazar

Rabu, 22 Apr 2026 - 08:46 WIB