ZONA KARIMUN

Sidang Narkoba, Jaksa Minta Hakim Tolak Pledoi 3 WNA India yang Terancam Hukuman Mati

 

Karimun, Zonamu.com – Sidang kasus penyelundupan narkoba seberat 106 kilogram sabu kembali digelar di Pengadilan Negeri Karimun dengan menghadirkan tiga warga negara India sebagai terdakwa Raju Muthukumaran, Selvadurai Dinakaran, dan Govindhasamy Vimalkandhan, Kamis 10 April 2025.

Ketiga terdakwa sebelumnya telah dituntut dengan hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Karimun. Sidang kali ini, agenda utama adalah pembacaan replik atau tanggapan JPU terhadap nota pembelaan (pledoi) dari tim kuasa hukum para terdakwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

JPU Yogi Kaharsyah menyampaikan bahwa sejumlah dalil yang diajukan penasihat hukum tidak berdasar secara hukum. Salah satunya terkait klaim bahwa saksi-saksi yang dihadirkan jaksa tidak menyaksikan langsung tindak pidana yang dilakukan.

“Dalam hukum pidana dikenal adanya alat bukti tidak langsung atau kesaksian berantai. Tidak semua perkara harus ada saksi mata. Contohnya bisa dilihat dalam kasus kopi sianida dan kematian aktivis Munir,” ujar Yogi.

Ia juga mengkritik keterangan ahli yang dihadirkan pihak terdakwa. Menurutnya, peran ahli seharusnya memberikan pendapat profesional, bukan kesaksian seolah mengetahui langsung jalannya kejahatan.

“Kami meragukan kapasitas ahli tersebut. Ia memberi keterangan layaknya saksi fakta, padahal fungsinya bukan itu. Bahkan menyebut sidang ini sebagai peradilan sesat karena tak menghadirkan saksi langsung. Padahal dalam KUHAP dan putusan Mahkamah Agung, persidangan daring pun diperbolehkan,” ucapnya.

Dalam repliknya, JPU juga menanggapi soal bukti foto yang diajukan kuasa hukum terdakwa. Setelah dilakukan pengecekan, foto tersebut ternyata sesuai dengan data dalam ponsel salah satu terdakwa.

“Alih-alih melemahkan dakwaan, foto itu justru memperkuat pembuktian kami. Dalam gambar terlihat mereka melakukan pekerjaan di dalam tangki, yang sebelumnya mereka sangkal dalam persidangan,” tegas Yogi.

Menutup tanggapannya, JPU meminta majelis hakim menolak seluruh pembelaan dari kuasa hukum terdakwa dan tetap menjatuhkan hukuman mati kepada ketiganya.

Sementara itu, tim penasihat hukum terdakwa, Yan Apridho dan Dewi Tinambuna, menyatakan akan memberikan jawaban terhadap replik jaksa dalam sidang berikutnya.

Ketua Majelis Hakim, Yona Lamerossa Ketaren, menunda persidangan dan menjadwalkan sidang lanjutan pada Senin, 14 April 2025, dengan agenda penyampaian duplik atau jawaban terdakwa terhadap replik JPU.

“Tanggapan dapat disampaikan langsung oleh terdakwa atau melalui kuasa hukum. Setelah itu, pemeriksaan perkara dinyatakan selesai,” ujar Yona yang juga menjabat Ketua PN Karimun.

(A.B)

admin

Recent Posts

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Karimun, Zonamu.com - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun memperketat pengawasan terhadap…

11 jam ago

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Lingga, Zonamu.com - Pemerintah Kabupaten Lingga mulai mematangkan proses verifikasi dan validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah…

16 jam ago

Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan

Karimun, Zonamu.com - Langkah besar diambil demi kesejahteraan pahlawan laut Karimun. PT BPR Tuah Karimun…

18 jam ago

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Lingga, Zonamu.com - Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga H. Armia dicatut orang tak dikenal…

19 jam ago

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Lingga, Zonamu.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten…

1 hari ago

BNNP Kepri dan Dinkes Lingga Perkuat Benteng Generasi Muda

Lingga, Zonamu.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau memperkuat perang terhadap penyalahgunaan narkotika…

1 hari ago