Polda Kepri Gagalkan Penyelundupan 10 Kura-kura Dilindungi di Batam

- Penulis

Selasa, 29 Oktober 2024 - 21:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

10 Ekor Kura-kura, satwa dilindungi akan diselundupkan ke Negara Singapura dan Malaysia melalui J&T Cargo di Batam | Foto: Dian

10 Ekor Kura-kura, satwa dilindungi akan diselundupkan ke Negara Singapura dan Malaysia melalui J&T Cargo di Batam | Foto: Dian

 

Batam, Zonamu.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau (Kepri) mengungkap kasus penyelundupan satwa dilindungi yakni Kura-Kura Darat jenis Baning Coklat (Manouria emys).

Wadirreskrimsus Polda Kepri, AKBP Ade Kuncoro Ridwan mengatakan, dalam kasus ini pihaknya mengamankan dua tersangka berinisial FP dan AW.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengungkapan ini merupakan bukti komitmen Polisi dalam melindungi kekayaan alam Indonesia.

“Penyelundupan satwa liar seperti ini adalah kejahatan lintas negara yang tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga merugikan negara,” ujar AKBP Ade Kuncoro Ridwan.

AKBP Ade Kuncoro Ridwan menjelaskan, pengungkapan ini bermula pada 9 Oktober 2024, dimana tim Ditreskrimsus mulai melakukan penyelidikan di Kantor J&T Cargo Batam Kota sekitar pukul 15.25 WIB.

Dari operasi tersebut, tim menemukan 10 ekor Baning Coklat yang dikirim dari Pekanbaru, Riau, dalam keadaan hidup. Satwa ini dikenal sebagai kura-kura darat terbesar di Asia dan masuk dalam daftar satwa dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri LHK No. P.106/2018.

“Satwa ini memiliki nilai tinggi, mencapai Rp1,5 juta hingga Rp2,5 juta per ekor tergantung ukurannya. Kami menduga hewan-hewan ini akan diselundupkan ke Singapura atau Malaysia, nilainya bisa meningkat hingga tiga kali lipat,” jelasnya.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Undang-Undang No. 32 Tahun 2024 tentang perubahan UU No. 5 Tahun 1990 terkait Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem.

Menurut pasal 40 A ayat 1 huruf D jo pasal 21 ayat 2 huruf A, pelaku dapat dikenakan hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda minimal Rp200 juta hingga Rp5 miliar.

“Kami masih mendalami jaringan penyelundupan ini dan mengejar kemungkinan keterlibatan pihak lain,” pungkasnya.

 

(Dian)

About The Author

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Sempena Peringatan Sumpah Pemuda ke-98, Ratusan Peserta dari Berbagai Organisasi dan Paguyuban Ikuti Seminar Kebangsaan
Wabup Novrizal Apresiasi 11 Cabor Lingga yang Mandiri di Porprov Kepri
Wabup Lingga Lepas Kontingen Cabor Porprov VI Kepri
Kajati Kepri Apresiasi Kinerja Kejari Lingga
Menapak Jejak Sejarah Melayu, Kajati Kepri Ziarah ke Lingga
Forum Bandara Sehat Dibentuk, Karimun Bidik Bandara Ramah Lingkungan
Kajati Kepri Kunjungan Kerja ke Kejari Lingga
Enam Bulan Merawat, Disperindagkop Lingga Panen 134 Kg Pepaya California

Zona Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Sempena Peringatan Sumpah Pemuda ke-98, Ratusan Peserta dari Berbagai Organisasi dan Paguyuban Ikuti Seminar Kebangsaan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Wabup Novrizal Apresiasi 11 Cabor Lingga yang Mandiri di Porprov Kepri

Jumat, 30 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Wabup Lingga Lepas Kontingen Cabor Porprov VI Kepri

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Kajati Kepri Apresiasi Kinerja Kejari Lingga

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Menapak Jejak Sejarah Melayu, Kajati Kepri Ziarah ke Lingga

Zona Terkini

Wabup Lingga Lepas Kontingen Cabor Porprov VI Kepri | Foto : Wandi

TERKINI

Wabup Lingga Lepas Kontingen Cabor Porprov VI Kepri

Jumat, 30 Okt 2026 - 17:50 WIB

Kajati Kepri saat bersalaman dengan para pegawai Kejari Lingga | Foto : Prokopim Lingga

TERKINI

Kajati Kepri Apresiasi Kinerja Kejari Lingga

Jumat, 30 Okt 2026 - 13:12 WIB

Kajati Kepri saat mengunjungi Makam Sultan Mahmud Riayat Syah di Daik Lingga | Foto : Diskominfo Lingga

TERKINI

Menapak Jejak Sejarah Melayu, Kajati Kepri Ziarah ke Lingga

Jumat, 30 Okt 2026 - 10:45 WIB