Panen Lokal Selamatkan Lingga dari Krisis Cabe di Tengah Cuaca Ekstrem

- Penulis

Jumat, 19 September 2025 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petani cabe rawit saat memanen cabe | Foto : Zonamu/Paino

Petani cabe rawit saat memanen cabe | Foto : Zonamu/Paino

Lingga, Zonamu.com – Ketika banyak petani di Jawa dan Sumatera gagal panen akibat cuaca ekstrem, Lingga justru bisa bernapas lega. Pasokan cabe rawit di daerah ini masih terjaga berkat petani lokal yang rutin memanen hasil kebunnya.

Para petani di Dabo Singkep menggunakan metode plastik mulsa untuk melindungi tanaman. Cara ini terbukti mampu menahan resiko dari curah hujan tinggi dan gulma liar.

“Dengan sistem plastik, tanah lebih terjaga dan tanaman tetap subur,” kata salah satu petani cabe Dabo, Budi Cabe, Jumat (19/9/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berkat metode tersebut, cabe rawit tetap bisa tumbuh lebat meski hujan deras mengguyur hampir setiap hari. Produksi pun tidak terganggu secara signifikan.

Kondisi ini membuat harga cabe di pasar tradisional Dabo Singkep masih stabil meski relatif tinggi. Cabe rawit merah saat ini dijual Rp70 ribu per kilogram.

Untuk cabe rawit hijau, harganya mencapai Rp64 ribu per kilogram. Sedangkan cabe merah keriting dan hijau berada di kisaran Rp60 ribu per kilogram.

Petani mengaku, hasil panen lokal sudah cukup memenuhi sebagian besar kebutuhan pasar. Namun, suplai tambahan tetap datang dari Sumatera untuk menjaga ketersediaan.

“Alhamdulillah, kebutuhan cabe Lingga masih bisa terpenuhi dari petani lokal,” ujarnya.

Menurutnya, konsistensi panen membuat masyarakat tidak perlu khawatir terjadi kelangkaan. Pasokan masih bisa ditambah jika permintaan meningkat.

Keberhasilan petani Lingga menjaga produksi di tengah cuaca ekstrem menjadi bukti ketangguhan mereka. Bagi masyarakat, cabe tetap tersedia meski harga di pasaran nasional cenderung melonjak.(*)

About The Author

Penulis : Wandi

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine
Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program
Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan
Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada
BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba
BNNP Kepri dan Dinkes Lingga Perkuat Benteng Generasi Muda
Karang Taruna Kepri Gandeng BNN Perkuat Perangi Narkoba
Aturan Jarak 10 Kilometer Bikin Distribusi Pertalite Lingga Terjepit
Berita ini 81 kali dibaca

Zona Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:21 WIB

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 September 2026 - 14:04 WIB

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 September 2026 - 12:01 WIB

Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan

Rabu, 16 September 2026 - 11:07 WIB

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Selasa, 15 September 2026 - 23:02 WIB

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Zona Terkini

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine | Foto : Zonamu/Bustomi

TERKINI

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:21 WIB

Kadisperindagkop UKM Lingga saat memberikan pengarahan | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:04 WIB

Sekda Lingga Armia saat pimpin rapat | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:07 WIB

BPR Tuah Karimun gandeng KNTI Karimun buat bikin gebrakan baru lewat kolaborasi pemberdayaan ekonomi nelayan | Foto: Zonamu/Humas BPR Tuah Karimun

TERKINI

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Selasa, 15 Sep 2026 - 23:02 WIB