Lingga, Zonamu.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau memperkuat perang terhadap penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Lingga dengan menyasar langsung lingkungan sekolah.
Edukasi bahaya narkoba sekaligus pengenalan layanan rehabilitasi diberikan kepada siswa tingkat SLTA agar pencegahan dilakukan sebelum penyalahgunaan semakin meluas.
Melalui Bidang Rehabilitasi, BNNP Kepri bersinergi dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lingga dalam kampanye rehabilitasi dan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan berlangsung di SMAN 2 Singkep dan SMKN 1 Singkep dengan tema “Generasi Muda Sehat Tanpa Narkoba, Mengenal Bahaya dan Solusi Rehabilitasi Sejak Dini”.
Para siswa mendapatkan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, pentingnya melakukan pencegahan sejak dini serta langkah yang dapat ditempuh ketika membutuhkan bantuan.

Kampanye tersebut menghadirkan Konselor Adiksi Ahli Muda BNNP Kepri dr. Ayu Wedyanti bersama Konselor Adiksi Ahli Pertama BNNP Kepri Uzirham.
Edukasi untuk membangun kesadaran siswa terhadap risiko narkotika sekaligus mendorong keberanian mencari pertolongan ketika menemukan indikasi penyalahgunaan.
Tak hanya menyasar siswa, BNNP Kepri juga memperkuat kemampuan tenaga pendidik melalui Bimbingan Teknis Skrining dan Asesmen Terintegrasi di Sekolah (SINARI Sekolah), Sekolah Rehabilitasi Terintegrasi (Serasi) serta Berjaya (Belajar Kelompok Teman Sebaya) di SMAN 2 Singkep.
Bimtek tersebut membekali guru agar mampu mengenali dan melakukan langkah awal terhadap peserta didik yang terindikasi memiliki persoalan penyalahgunaan narkotika.
Konselor Adiksi Ahli Madya BNNP Kepri dr. Arnina Emilia Monica selaku Ketua Tim Bidang Rehabilitasi mengatakan, bahwa dalam sosialisasi tersebut pihaknya mengenai dasar-dasar adiksi, perkembangan anak dan remaja serta pengaruh penggunaan narkotika terhadap kelompok usia.
“Selain itu, guru juga dibekali keterampilan melakukan skrining terhadap peserta didik menggunakan instrumen ASSIST-Y,” kata Arnina, Selasa 15 September 2026.

Penguatan pencegahan tersebut turut dibarengi dengan koordinasi lintas sektor melalui audiensi BNNP Kepri bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Lingga.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lingga, dr. Bukit Tua Rayanto Gultom, mengatakan sinergi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pendidikan.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika,” kata dr. Bukit.
Kesadaran untuk mencegah sejak dini dan keberanian mencari bantuan ketika membutuhkan penanganan menjadi bagian penting dalam membangun Lingga yang sehat dan bersih dari penyalahgunaan narkotika.(*)
About The Author
Penulis : Wandi














