Lingga, Zonamu.com – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkat di Kabupaten Lingga sepanjang Agustus 2026. Hingga 28 Agustus, sedikitnya 24 titik api terpantau, dengan 14 titik di antaranya berada di Pulau Singkep.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena musim kemarau membuat kawasan hutan dan lahan perkebunan lebih mudah terbakar. Tim gabungan BPBD, Damkar, TNI, Polri dan masyarakat pun disiagakan untuk merespons setiap laporan kebakaran.
Dari 24 titik api yang terpantau sejak 1 hingga 28 Agustus 2026, sebagian lainnya berada di Pulau Lingga dan sejumlah pulau kecil. Tim gabungan bergerak melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penanganan di lapangan tidak selalu berjalan mudah. Jarak sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran menjadi salah satu kendala yang membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama.
Kondisi tersebut diperparah dengan rusaknya mesin mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Lingga. Dalam sejumlah penanganan, petugas lebih banyak mengandalkan mesin robin untuk membantu proses pemadaman.
Meski menghadapi berbagai kendala, seluruh titik api tersebut berhasil ditangani tim pemadam. Petugas juga melakukan pengecekan setelah pemadaman untuk memastikan api tidak kembali muncul.
Kepala BPBD Kabupaten Lingga, Oktanius Wirsal, mengatakan seluruh 24 titik api berhasil ditangani. Ia memastikan personel gabungan tetap dalam kondisi siaga selama musim kemarau.
“Petugas siap bergerak apabila kembali menerima laporan kebakaran,” kata Oktanius, Jumat 28 Agustus 2026.
Lebih dari satu bulan tanpa hujan di sejumlah wilayah Lingga membuat kondisi hutan dan lahan perkebunan mengering. Kondisi tersebut menyebabkan api lebih mudah menyebar apabila terjadi pembakaran maupun sumber api lainnya.
“Maka kesiapsiagaan diperlukan mengingat kondisi cuaca yang masih kering dan potensi karhutla yang cukup tinggi,” ujarnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena api dapat dengan cepat meluas di tengah kondisi kemarau,” tuturnya.
Respons cepat masyarakat menjadi salah satu kunci dalam mencegah kebakaran semakin besar. Warga yang menemukan titik api diminta segera melaporkannya kepada petugas agar dapat ditangani sebelum meluas.(*)
About The Author
Penulis : Wandi














