Kajati Kepri Ultimatum Seluruh Kepala Desa di Lingga

- Penulis

Kamis, 3 Juli 2025 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kejati Kepri saat foto bersama Bupati Lingga | Foto : Zonamu/Ist

Kejati Kepri saat foto bersama Bupati Lingga | Foto : Zonamu/Ist

Lingga, Zonamu.com – Desa adalah pondasi negeri. Namun di balik semangat membangun dari pinggiran, masih mengintai bahaya laten penyalahgunaan dana desa, korupsi struktural, dan lemahnya pengawasan anggaran.

Menjawab tantangan ini, Pemerintah Kabupaten Lingga bersama Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Jaksa Garda Desa (Jaga Desa), Selasa (3/7/2025) di Gedung Daerah Kabupaten Lingga.

FGD tersebut menjadi ruang dialektika antara aparat penegak hukum, pemangku kebijakan daerah, dan para kepala desa se-Kabupaten Lingga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengusung tema “Penguatan Peran Kejaksaan RI Untuk Peningkatan Kapasitas Pemerintah Desa Dalam Menjalankan Tugas Dan Fungsi”, forum ini menjadi titik awal perlawanan sistematis terhadap korupsi anggaran desa melalui edukasi, pendampingan hukum, dan penguatan kelembagaan.

Kegiatan dibuka dengan peluncuran Program Desa JUARA (Jujur, Aman, dan Sejahtera), ditandai simbolis dengan pemukulan gong oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau, Teguh Subroto, disertai penayangan video edukatif tentang tata kelola desa yang ideal.

Bupati Lingga, Muhammad Nizar, mengapresiasi hadirnya program Jaga Desa yang menurutnya menjadi bentuk nyata dukungan Kejaksaan dalam reformasi birokrasi hingga ke level akar rumput.

“Ini bukan sekadar forum. Ini adalah sinyal bahwa transparansi dan integritas tidak boleh berhenti di kota. Harus sampai ke desa, karena desa hari ini adalah Indonesia esok hari,” ujar Nizar.

Kajati Kepri, Teguh Subroto, menyampaikan bahwa dana desa yang dialokasikan oleh pemerintah pusat, termasuk di Lingga sebesar Rp59,2 miliar untuk 75 desa di tahun 2025, bukan sekadar anggaran pembangunan, melainkan amanah konstitusional yang wajib dijaga oleh semua pihak.

“Melalui program Jaga Desa, Kejaksaan hadir bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mendampingi, membimbing, dan memastikan tidak ada yang tersesat dalam pengelolaan dana rakyat,” kata Teguh.

Ia menekankan bahwa prinsip pengelolaan dana desa haruslah berbasis transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi masyarakat, agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga.

“Kejaksaan, siap memberi pelatihan hukum dan menjadi mitra strategis pemerintah desa dalam menjalankan pemerintahan yang bersih,” ujarnya.

Melanjutkan diskusi, Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Mukarrom, membedah secara lugas potensi dan praktik penyimpangan dana desa yang kerap terjadi.

Ia menegaskan bahwa terdapat 14 jenis tindak pidana korupsi yang dapat terjadi di tingkat desa, termasuk proyek fiktif, mark-up anggaran, gratifikasi, hingga perjalanan dinas palsu.

“Dana desa bukan milik pribadi kepala desa, bukan pula alat politik. Itu uang negara. Dan penyalahgunaannya adalah pidana,” ujarnya tegas.

Ia juga mengungkap bahwa Kejaksaan telah memetakan modus-modus rawan, seperti pemotongan anggaran oleh oknum kecamatan, laporan fiktif, serta intervensi oleh pihak luar desa. Solusinya, menurut Mukarrom, adalah kolaborasi aktif antara Pemda, penegak hukum, dan masyarakat.

Era baru pengawasan juga diperkenalkan lewat pemaparan oleh Kasi II Intelijen Kejati Kepri, Yunius Zega, yang menjelaskan fungsi aplikasi jagadesa.kejaksaan.go.id.

Aplikasi tersebut dirancang sebagai kanal pelaporan real-time oleh pemerintah desa terkait penggunaan anggaran, pengelolaan aset, hingga indikasi permasalahan hukum.

“Melalui platform ini, pengawasan tak lagi bergantung pada laporan manual. Kepala desa bisa lapor langsung, dan Kejaksaan bisa memantau dari pusat,” jelas Yunius.

Ia juga menyosialisasikan SP4N-LAPOR serta call center Kejati Kepri (0812-6254-9860) untuk masyarakat yang ingin melaporkan dugaan penyalahgunaan dana desa.

FGD yang dihadiri sekitar 200 peserta ini juga menghasilkan sejumlah langkah konkret. Di antaranya penandatanganan MoU antara Pemkab Lingga dan Kejari Lingga, kesepakatan bersama monitoring Program Jaga Desa antara pemerintah desa dan kejaksaan, serta penyerahan permohonan pendampingan hukum dari para kepala desa.

Pentingnya pengawasan dana desa sebagai elemen penting pembangunan nasional. Ia menyebut desa sebagai titik strategis penguatan akuntabilitas negara.

FGD Jaga Desa ini bukan sekadar diskusi. Ia adalah deklarasi bersama bahwa masa depan bangsa ada di tangan desa yang jujur, aman, dan sejahtera. Bahwa membangun desa, tak bisa lepas dari hukum yang ditegakkan dengan bijak.(*)

About The Author

Penulis : Wandi

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine
Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program
Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan
Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada
BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba
BNNP Kepri dan Dinkes Lingga Perkuat Benteng Generasi Muda
Karang Taruna Kepri Gandeng BNN Perkuat Perangi Narkoba
Aturan Jarak 10 Kilometer Bikin Distribusi Pertalite Lingga Terjepit
Berita ini 42 kali dibaca

Zona Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:21 WIB

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 September 2026 - 14:04 WIB

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 September 2026 - 12:01 WIB

Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan

Rabu, 16 September 2026 - 11:07 WIB

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Selasa, 15 September 2026 - 23:02 WIB

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Zona Terkini

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine | Foto : Zonamu/Bustomi

TERKINI

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:21 WIB

Kadisperindagkop UKM Lingga saat memberikan pengarahan | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:04 WIB

Sekda Lingga Armia saat pimpin rapat | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:07 WIB

BPR Tuah Karimun gandeng KNTI Karimun buat bikin gebrakan baru lewat kolaborasi pemberdayaan ekonomi nelayan | Foto: Zonamu/Humas BPR Tuah Karimun

TERKINI

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Selasa, 15 Sep 2026 - 23:02 WIB