Jakarta, Zonamu.com – Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Republik Indonesia melaporkan hasil pemantauan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah. Secara perhitungan hisab, posisi hilal di Indonesia belum memenuhi kriteria yang ditetapkan.
Anggota tim hisab rukyat Cecep Nurwendaya menjelaskan bahwa hasil pemetaan menunjukkan hilal masih berada di bawah standar visibilitas. Ia menggambarkan seluruh wilayah Indonesia didominasi warna magenta yang menandakan belum memenuhi syarat.
“Kalau digabungkan di seluruh wilayah Indonesia tidak memenuhi kriteria awal bulan Qomariyah MABIMS,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengatakan, hasil ini menjadi indikator awal dalam penentuan awal Syawal. Cecep menyebut sebagian wilayah Aceh sudah memenuhi tinggi hilal minimal 3 derajat.
“Namun sayangnya, parameter elongasi minimal 6,4 derajat belum terpenuhi,” ujanya.
Menurutnya, kriteria MABIMS mengharuskan kedua syarat tersebut terpenuhi secara bersamaan. Jadi bukan pilih salah satu, tapi harus paket lengkap agar bisa dinyatakan masuk awal bulan.
“Ini syaratnya wajib dua-duanya, tidak pakai atau, tapi dan,” tuturnya.
Ia menambahkan jika salah satu tidak terpenuhi, maka hilal dianggap belum memenuhi kriteria. Berdasarkan hisab, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, namun demikian, hasil ini masih bersifat informatif dan belum menjadi keputusan final.
“Hisab itu informatif, sedangkan rukyah adalah konfirmasi atau verifikasi,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa Indonesia menggunakan metode gabungan antara hisab dan rukyah.
Secara teori, hilal juga diprediksi sulit terlihat saat rukyat. Hal ini karena posisinya masih di bawah ambang batas visibilitas saat matahari terbenam.(*)
About The Author
Penulis : Redaksi















