Hilal Belum Penuhi Kriteria, 1 Syawal 1447 H Jatuh Pada 21 Maret

- Penulis

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 Hijriah | Foto : Zonamu/Ist

Aktivitas Rukyatul Hilal 1 Syawal 1447 Hijriah | Foto : Zonamu/Ist

Jakarta, Zonamu.com – Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Republik Indonesia melaporkan hasil pemantauan hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah. Secara perhitungan hisab, posisi hilal di Indonesia belum memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Anggota tim hisab rukyat Cecep Nurwendaya menjelaskan bahwa hasil pemetaan menunjukkan hilal masih berada di bawah standar visibilitas. Ia menggambarkan seluruh wilayah Indonesia didominasi warna magenta yang menandakan belum memenuhi syarat.

“Kalau digabungkan di seluruh wilayah Indonesia tidak memenuhi kriteria awal bulan Qomariyah MABIMS,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengatakan, hasil ini menjadi indikator awal dalam penentuan awal Syawal. Cecep menyebut sebagian wilayah Aceh sudah memenuhi tinggi hilal minimal 3 derajat.

“Namun sayangnya, parameter elongasi minimal 6,4 derajat belum terpenuhi,” ujanya.

Menurutnya, kriteria MABIMS mengharuskan kedua syarat tersebut terpenuhi secara bersamaan. Jadi bukan pilih salah satu, tapi harus paket lengkap agar bisa dinyatakan masuk awal bulan.

“Ini syaratnya wajib dua-duanya, tidak pakai atau, tapi dan,” tuturnya.

Ia menambahkan jika salah satu tidak terpenuhi, maka hilal dianggap belum memenuhi kriteria. Berdasarkan hisab, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, namun demikian, hasil ini masih bersifat informatif dan belum menjadi keputusan final.

“Hisab itu informatif, sedangkan rukyah adalah konfirmasi atau verifikasi,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia menggunakan metode gabungan antara hisab dan rukyah.

Secara teori, hilal juga diprediksi sulit terlihat saat rukyat. Hal ini karena posisinya masih di bawah ambang batas visibilitas saat matahari terbenam.(*)

About The Author

Penulis : Redaksi

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine
Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program
Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan
Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada
BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba
BNNP Kepri dan Dinkes Lingga Perkuat Benteng Generasi Muda
Karang Taruna Kepri Gandeng BNN Perkuat Perangi Narkoba
Aturan Jarak 10 Kilometer Bikin Distribusi Pertalite Lingga Terjepit
Berita ini 20 kali dibaca

Zona Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:21 WIB

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 September 2026 - 14:04 WIB

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 September 2026 - 12:01 WIB

Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan

Rabu, 16 September 2026 - 11:07 WIB

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Selasa, 15 September 2026 - 23:02 WIB

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Zona Terkini

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine | Foto : Zonamu/Bustomi

TERKINI

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:21 WIB

Kadisperindagkop UKM Lingga saat memberikan pengarahan | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:04 WIB

Sekda Lingga Armia saat pimpin rapat | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:07 WIB

BPR Tuah Karimun gandeng KNTI Karimun buat bikin gebrakan baru lewat kolaborasi pemberdayaan ekonomi nelayan | Foto: Zonamu/Humas BPR Tuah Karimun

TERKINI

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Selasa, 15 Sep 2026 - 23:02 WIB