Bertahan di Tengah Badai Baber Shop, Bang Uden Tetap Setia dengan Gunting dan Cermin Tuanya

- Penulis

Senin, 5 Mei 2025 - 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bertahan di Tengah Badai Baber Shop, Bang Uden Tetap Setia dengan Gunting dan Cermin Tuanya | Foto : Zonamu/Wandi

Bertahan di Tengah Badai Baber Shop, Bang Uden Tetap Setia dengan Gunting dan Cermin Tuanya | Foto : Zonamu/Wandi

 

Lingga, Zonamu.com – Di sebuah sudut kecil di Kota Dabo Singkep, Kabupaten Lingga di antara deretan toko dan hiruk-pikuk kendaraan yang lalu lalang, terdapat sebuah kursi tua, sebuah cermin penuh bercak usia, dan seorang pria yang tak pernah lelah menggenggam guntingnya sejak dua dekade silam.

Dialah Bang Uden, tukang cukur tradisional yang tetap bertahan di tengah menjamurnya barber shop modern.

Sejak tahun 2003, Bang Udin telah setia dengan profesi ini. Dulu, ketika belum banyak salon dan belum ada tren barbershop bergaya ala film Hollywood, tempat cukur Bang Uden adalah pilihan utama warga. Dengan tangan cekatan dan sapaan ramah, ia menyulap rambut yang acak-acakan menjadi rapi dan segar.

“Waktu itu, potong rambut anak-anak cuma tiga ribu, orang dewasa empat ribu. Itu sudah termasuk pijat kepala pakai minyak rambut,” kata Uden, Senin 5 Mei 2025.

Kini, hampir dua dekade berlalu, dunia telah berubah. Di Dabo Singkep, barbershop modern bermunculan. Interior keren, AC dingin, bahkan kadang ada musik hip-hop atau aroma minyak rambut dari merek luar negeri. Namun Bang Udin tetap di tempat yang sama, dengan cermin yang sama, dan semangat yang tak pernah pudar.

Ia memang menaikkan tarifnya. Sepuluh ribu untuk anak-anak, dan lima belas ribu untuk orang dewasa. Tapi, ia tetap mempertahankan satu hal yang tak bisa ditawarkan oleh barbershop manapun kehangatan dan rasa kekeluargaan.

“Buat saya, ini bukan cuma soal cukur rambut. Ini soal silaturahmi. Banyak pelanggan saya sejak kecil sampai sekarang sudah punya anak, masih tetap ke sini,” kata pria berusia 45 tahun itu.

Tak jarang, ia diminta mencukur langsung ke rumah pelanggan. Terutama para orang tua yang sudah tak sanggup berjalan jauh.

“Kalau dipanggil ke rumah, saya tambahin lima ribu saja. Kasihan, mereka biasanya minta ditemani anak atau cucunya, jadi saya layani saja,” ucap udin.

Bang Uden bukan sekadar tukang cukur. Ia adalah saksi hidup perubahan zaman di Dabo Singkep. Di tengah dunia yang bergerak cepat, yang menuntut semuanya harus instan dan modern, ia hadir sebagai pengingat bahwa kesederhanaan dan ketulusan hati masih punya tempat.

Meski usianya tak lagi muda dan persaingan semakin ketat, Bang Udin belum berniat berhenti. Selama tangannya masih kuat menggenggam sisir dan gunting, selama warga masih percaya padanya, ia akan terus hadir di sudut kota untuk mencukur rambut, mendengar cerita, dan menyambung rasa.

“Kalau nanti sudah tak sanggup lagi, mungkin baru saya berhenti. Tapi selama bisa, saya akan terus di sini. Ini bukan cuma kerja, ini sudah jadi bagian dari hidup saya,” katanya, mengakhiri.(*)

About The Author

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Bappenas Lirik Penyengat, Tugu Bahasa Jadi Magnet Wisata
Akademisi Malaysia Kagumi Manuskrip Penyengat, Siap Jalin Kerja Sama
Silaturahmi PN Tanjungpinang, Sinergi Daerah Makin Diperkuat
Bupati Nizar Hadiri Musrenbang, Lingga Raih Penghargaan Keuangan Daerah
PT Timah Berdayakan KWT Lanjut Lestari di Karimun Melalui Produksi Terasi ‘Belacan Cinta’
Sidang Jembatan Marok Kecil Hakim Turun Lapangan, Ahli Adu Hitung
Cabai Lingga Mulai Panen, Harga Tak Lagi Pedih
Jurnalis Versus Jaksa, Futsal Seru Penuh Tawa
Berita ini 20 kali dibaca

Zona Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 13:40 WIB

Bappenas Lirik Penyengat, Tugu Bahasa Jadi Magnet Wisata

Minggu, 12 April 2026 - 13:27 WIB

Akademisi Malaysia Kagumi Manuskrip Penyengat, Siap Jalin Kerja Sama

Sabtu, 11 April 2026 - 21:13 WIB

Silaturahmi PN Tanjungpinang, Sinergi Daerah Makin Diperkuat

Jumat, 10 April 2026 - 22:32 WIB

Bupati Nizar Hadiri Musrenbang, Lingga Raih Penghargaan Keuangan Daerah

Kamis, 9 April 2026 - 17:21 WIB

PT Timah Berdayakan KWT Lanjut Lestari di Karimun Melalui Produksi Terasi ‘Belacan Cinta’

Zona Terkini

Rancangan Tugu Bahasa di Pulau Penyengat | Foto : Zonamu/Dokumen PUPP Kepri

TERKINI

Bappenas Lirik Penyengat, Tugu Bahasa Jadi Magnet Wisata

Minggu, 12 Apr 2026 - 13:40 WIB

Pemkab Lingga sambut rombongan Wakil Ketua PN Tanjungpinang beserta anggota | Foto : Zonamu/Prokopim Lingga

TERKINI

Silaturahmi PN Tanjungpinang, Sinergi Daerah Makin Diperkuat

Sabtu, 11 Apr 2026 - 21:13 WIB