Jelang Ramadan 2025, Harga Cabai di Lingga Terus Meroket

- Penulis

Jumat, 7 Februari 2025 - 15:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Pasar tradisional di Dabo Singkep (Foto : Zonamu/Wandi)

Potret Pasar tradisional di Dabo Singkep (Foto : Zonamu/Wandi)

Lingga, Zonamu.com – Harga cabai di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, diperkirakan akan kembali naik menjelang Ramadan 2025. Saat ini, harga cabai di Pasar Dabo Singkep hampir menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram (kg), yang menjadi beban bagi masyarakat dan pedagang setempat.

Pantauan terbaru, pedagang di Pasar Dabo menjual cabai rawit seharga Rp94 ribu per kg, cabai hijau Rp60 ribu per kg, dan cabai nano atau rawit setan Rp95 ribu per kg. Kenaikan harga ini sudah berlangsung sejak awal tahun 2025, yang diduga dipicu oleh cuaca buruk.

“Kalau akhir tahun kemarin rata-rata harga cabai hanya Rp60 hingga Rp65 ribu per kilogram. Tapi sejak awal tahun naik karena kondisi cuaca yang hujan terus,” ujar Indrawati, seorang pedagang cabai, Kamis (6/2/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, cabai yang didatangkan dari Jambi sangat bergantung pada kondisi cuaca. Hujan yang terus menerus mengganggu pasokan cabai, sehingga memicu kenaikan harga.

“Kalau mau masuk puasa begini biasanya hujan. Jadi, harga cabai pasti naik lagi. Susah diprediksi, karena tergantung cuaca,” ujarnya.

Selain itu, harga cabai merah lokal di Lingga juga terus merangkak naik. Saat ini, harga cabai lokal mencapai Rp100 ribu per kilogram, padahal sebelumnya hanya berkisar Rp60 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.

“Kurang lebih dua minggu ini harga cabai merah lokal sudah naik. Kalau cabai dari luar naik, cabai lokal juga ikut naik,” kata Juheli (42), pedagang cabai lokal lainnya.

Meski harga terus naik, permintaan cabai lokal tetap tinggi karena dianggap memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan cabai dari daerah lain.

“Cabai lokal masih banyak diminati karena rasanya lebih khas dan tingkat kepedasannya berbeda. Selain itu, cabai lokal juga lebih tahan lama,” tuturnya.

About The Author

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine
Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program
Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan
Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada
BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba
BNNP Kepri dan Dinkes Lingga Perkuat Benteng Generasi Muda
Karang Taruna Kepri Gandeng BNN Perkuat Perangi Narkoba
Aturan Jarak 10 Kilometer Bikin Distribusi Pertalite Lingga Terjepit
Berita ini 11 kali dibaca

Zona Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:21 WIB

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 September 2026 - 14:04 WIB

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 September 2026 - 12:01 WIB

Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan

Rabu, 16 September 2026 - 11:07 WIB

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Selasa, 15 September 2026 - 23:02 WIB

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Zona Terkini

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine | Foto : Zonamu/Bustomi

TERKINI

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:21 WIB

Kadisperindagkop UKM Lingga saat memberikan pengarahan | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:04 WIB

Sekda Lingga Armia saat pimpin rapat | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:07 WIB

BPR Tuah Karimun gandeng KNTI Karimun buat bikin gebrakan baru lewat kolaborasi pemberdayaan ekonomi nelayan | Foto: Zonamu/Humas BPR Tuah Karimun

TERKINI

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Selasa, 15 Sep 2026 - 23:02 WIB