Karimun, Zonamu.com – Di tengah dinamika industri perbankan daerah yang penuh tantangan, sebuah navigasi yang kokoh membutuhkan nakhoda yang tak hanya paham arah angin, tetapi juga paham menjaga keseimbangan kapal. Di PT BPR Tuah Karimun (Perseroda), nakhoda itu kini resmi tertuju pada satu nama yakni Siska Naritasari.
Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB), keputusan bulat diambil. Siska yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kepatuhan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama, kini resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama BPR Tuah Karimun, menanti ketukan palu akhir dari proses fit and proper test di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Namun, bagi publik Karimun dan jajaran di dalam bank tersebut, penetapan ini bukan hanya rotasi kursi kepemimpinan. Ini adalah kelanjutan dari sebuah agenda besar, rekayasa ulang pondasi keuangan bank daerah agar kembali tangguh dan relevan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rekam jejak Siska di bidang kepatuhan (compliance) menjadi modal yang sangat krusial. Dalam dunia perbankan, ekspansi bisnis tanpa mitigasi risiko yang ketat ibarat mengendarai mobil kencang tanpa rem. Di sinilah letak sentuhan dingin Siska.
Sejak diberi mandat sebagai Plt. Direktur Utama, ia merombak strategi pengelolaan kredit dan operasional bisnis. Budaya kerja yang berfokus pada kuantitas digeser menuju kualitas portofolio.
“Yang kami lakukan bukan hanya mengejar pertumbuhan, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut sehat dan berkualitas,” tutur Siska.
“Profitabilitas harus meningkat, namun di saat yang sama kredit bermasalah harus terus ditekan, efisiensi ditingkatkan, dan tata kelola diperkuat,” tambahnya.

Hingga Agustus 2026, denyut nadi keuangan BPR Tuah Karimun menunjukkan grafik yang kian sehat. Bank daerah ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp936 juta.
Indikator efisiensi dan kesehatan perbankan pun ikut terkatrol naik, Return on Assets (ROA) menyentuh angka 2,56 persen, mencerminkan kemampuan optimal bank dalam mengelola aset menjadi keuntungan.
Sementara BOPO (Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional) terjaga stabil di kisaran 83 persen, menandakan efisiensi operasional yang semakin tertata.
Di sisi lain, persoalan klasik perbankan, kredit bermasalah perlahan berhasil diurai. Melalui pendekatan yang konsisten, mulai dari penagihan terukur, restrukturisasi yang tepat sasaran, monitoring ketat, hingga optimalisasi penyelesaian agunan, kurva kredit bermasalah meluncur turun secara signifikan.
Transformasi BPR Tuah Karimun tak berhenti di perbaikan angka laba dan kredit. Mengarungi sisa tahun 2026 dan seterusnya, bank ini telah menyiapkan jajaran agenda strategis seperti ekspansi kredit berkualitas, optimalisasi Dana Pihak Ketiga (DPK), penguatan manajemen risiko, hingga akselerasi layanan berbasis digital.
Bagi Siska, capaian positif hari ini adalah hasil kerja kolektif seluruh jajaran manajemen, karyawan, serta dukungan penuh dari pemegang saham dan Dewan Komisaris.
“Amanah ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya. Kami mohon dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Karimun. Semoga ke depan, BPR Tuah Karimun menjadi bank daerah yang semakin sehat, kuat, profesional, dan semakin besar kontribusinya bagi perekonomian lokal,” pungkas Siska dengan nada optimistis.
Babak baru telah dimulai. BPR Tuah Karimun kini tidak hanya siap bertahan, tetapi melaju lebih jauh dengan fondasi yang jauh lebih kokoh.
About The Author
Penulis : Bustomi














