Lingga, Zonamu.com – Usia dan keterbatasan fisik tak menyurutkan keinginan seorang ayah untuk menjalankan tanggung jawabnya kepada sang anak. Dalam kondisi uzur, ia tetap berusaha hadir dan menikahkan anaknya secara langsung.
Bagi orang tua, pernikahan anak bukan sekadar prosesi seremonial. Momen tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup anak sekaligus bentuk tanggung jawab untuk mengantarkan mereka menuju kehidupan rumah tangga.
Meski kondisi fisiknya tidak lagi prima, sang ayah tetap berupaya hadir di hari penting tersebut. Keinginan itu menjadi wujud kasih sayang sekaligus tanggung jawab yang ingin ditunaikannya kepada anak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala KUA Kecamatan Senayang, Aprianto, mengatakan pernikahan merupakan amanah besar yang membutuhkan kesiapan calon pengantin dan dukungan keluarga. Menurutnya, peran orang tua tetap penting dalam perjalanan pasangan membangun rumah tangga.
“Pernikahan bukan hanya menyatukan dua insan, tetapi juga dua keluarga. Karena itu, doa dan dukungan orang tua memiliki arti penting dalam membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah,” ujar Aprianto, Rabu 26 Agustus 2026.
Menurut Aprianto, keinginan seorang ayah untuk tetap hadir meski dalam kondisi uzur menunjukkan besarnya kasih sayang dan tanggung jawab orang tua.
“Kehadiran tersebut juga menjadi bentuk dukungan moral bagi anak yang memulai kehidupan baru,” katanya.
Momentum pernikahan memiliki makna emosional bagi seorang anak ketika orang tua hadir memberikan restu. Nasihat dan doa yang diberikan menjadi bekal bagi pasangan dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
“Semoga kehadiran dan doa seorang ayah menjadi keberkahan bagi anaknya. Mudah-mudahan keluarga yang dibangun diberikan ketenteraman, kasih sayang, dan keberkahan oleh Allah SWT,” tuturnya.
Hal ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab orang tua tidak serta-merta berakhir ketika anak memasuki usia dewasa. Doa, nasihat dan dukungan tetap menjadi bagian penting ketika anak mulai membangun kehidupan bersama pasangan.
Keteguhan sang ayah untuk hadir di hari bahagia anaknya menjadi gambaran sederhana tentang kasih sayang orang tua yang tak mengenal batas usia. Ketika kekuatan fisik mulai berkurang, keinginan memberikan yang terbaik untuk anak tetap menjadi dorongan yang kuat.(*)
About The Author
Penulis : Wandi














