Lingga, Zonamu.com – Keputusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lingga yang menetapkan tujuh cabang olahraga (cabor) untuk diberangkatkan ke ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau 2026 menuai kekecewaan dari salah satu pengurus cabor.
Kritik tersebut muncul setelah dalam pembahasan disebutkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu pertimbangan. Anggaran yang tersedia disebut hanya sekitar Rp220 juta, sehingga tidak seluruh cabor dapat diberangkatkan.
Namun, salah satu pengurus cabor kepada media ini, menilai alasan bahwa tujuh cabor tersebut dipilih karena merupakan olahraga favorit dan diminati masyarakat tidak tepat dijadikan dasar utama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau alasan cabor yang bisa berangkat karena cabor itu favorit dan bermasyarakat, berarti kita keluar dari konteks untuk membawa nama baik Kabupaten Lingga,” ujarnya, Kamis 30 Juli 2026.
Menurutnya, keikutsertaan Lingga dalam Porprov seharusnya berorientasi pada prestasi dan upaya mengharumkan nama daerah, bukan semata-mata memberikan hiburan kepada masyarakat.
“Tujuan kita mengikuti ajang Porprov ini untuk mengharumkan nama Kabupaten Lingga dan meraih juara, bukan menghibur. Kalau menghibur, kita tidak perlu bertanding, kita kasih es krim saja, semua masyarakat pasti terhibur,” katanya.
Ia menilai rekam jejak prestasi pada Porprov V 2022 seharusnya menjadi salah satu pertimbangan yang lebih objektif dalam menentukan cabor yang diberangkatkan.
“Seharusnya alasan yang paling tepat karena prestasi pada ajang Porprov V yang lalu. Itu masuk akal,” tegasnya.
Minta KONI Evaluasi Keputusan
Kekecewaan juga disampaikan terkait rapat KONI Lingga pada Rabu 29 Juli 2026. Menurut pengurus cabor tersebut, ketika salah satu cabor mempertanyakan dasar penetapan tujuh cabor, jawaban pimpinan KONI dinilai belum memberikan ruang diskusi yang cukup.
Karena ketika Ketua Harian KONI, Rustam menjelaskan alasan dengan panjang lebar lalu meminta Ketua Umum KONI untuk kembali menjelaskan, Ketua KONI mengeluarkan kalimat yang dianggap kurang tepat dengan kata-kata “Tak usah Bertele-tele, ini sudah diputuskan dan sudah menjadi keputusan”.
Ia berharap keputusan tersebut dapat kembali dievaluasi agar tidak menimbulkan persepsi berbeda di kalangan cabor.
“Kami berharap KONI evaluasi kembali alasan tersebut dan rumuskan sebuah keputusan yang tidak merugikan cabor-cabor lain yang memang berprestasi,” ujarnya.
Lingga Punya Catatan Prestasi di Porprov 2022
Berdasarkan data resmi hasil akhir Porprov V Kepulauan Riau 2022 di Kabupaten Bintan, kontingen Kabupaten Lingga menempati peringkat kelima dengan raihan 21 medali emas, 38 perak, dan 56 perunggu.
Catatan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa rekam jejak prestasi dinilai penting dalam menentukan cabor yang akan mewakili Lingga.
Di tengah keterbatasan anggaran, keputusan memilih cabor memang menjadi tantangan bagi KONI. Namun, bagi para pelaku olahraga, persoalannya bukan sekadar siapa yang berangkat, melainkan dasar keputusan dan rasa keadilan bagi seluruh cabor yang telah berjuang membawa nama Kabupaten Lingga.
KONI Lingga pun diharapkan dapat memberikan penjelasan yang lebih terbuka mengenai indikator penetapan tujuh cabor tersebut, sehingga keputusan yang diambil tidak hanya dipahami sebagai persoalan anggaran, tetapi juga sebagai strategi untuk mengejar prestasi Lingga di Porprov 2026.(*)
About The Author
Penulis : Wandi















