Di Balik Tambang Timah Pekajang, Warga Pertanyakan Keadilan Kompensasi: Nilainya Tak Sebanding?

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Titik peta wilayah pertambangan timah pulau Pekajang oleh PT CPM | Foto : Zonamu/SS

Titik peta wilayah pertambangan timah pulau Pekajang oleh PT CPM | Foto : Zonamu/SS

Lingga, Zonamu.com – Desa Pekajang, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, tercatat hanya memiliki 514 jiwa berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Lingga yang disampaikan Kepala Disdukcapil, Recky Sarman Timur.

Jumlah penduduk yang relatif kecil menjadikan setiap perubahan di wilayah perairan memiliki dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, terlebih sebagian besar warga menggantungkan penghasilan dari sektor perikanan dan hasil tangkapan laut.

Di tengah aktivitas pertambangan timah laut yang dikaitkan dengan PT CPM, muncul pertanyaan mengenai sejauh mana manfaat ekonomi yang benar-benar diterima masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang warga Pekajang sebelumnya mengaku kompensasi yang diterima berkisar antara Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per kepala keluarga, dengan nominal tertinggi sekitar Rp200 ribu per bulan. Warga juga menyebut pembayaran tidak selalu diterima tepat waktu.

Pengakuan tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan mendasar. Bagaimana mekanisme penentuan kompensasi dilakukan? Apakah terdapat perjanjian tertulis, bagaimana dasar perhitungannya, siapa yang menetapkan nominal, hingga apakah masyarakat mengetahui besaran produksi tambang yang menjadi acuan pembagian kompensasi.

Apabila nilai kompensasi memang berada pada kisaran tersebut, maka besaran itu dinilai perlu diuji secara transparan dengan membandingkannya terhadap nilai produksi tambang, luas wilayah operasi, durasi kegiatan, serta potensi dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Pertanyaan yang terus mengemuka adalah, berapa sebenarnya nilai ekonomi timah yang dihasilkan dari perairan Pekajang selama bertahun-tahun, dan berapa bagian yang benar-benar kembali kepada masyarakat?

Sementara itu, Kepala Desa Pekajang, Jailani, membenarkan aktivitas pertambangan timah laut di wilayahnya telah berlangsung sejak sekitar 2014, bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai kepala desa.

Menurutnya, pemerintah desa mengetahui keberadaan aktivitas kapal hisap timah tersebut. Setiap kali kapal akan beroperasi di wilayah perairan Pekajang, biasanya dilakukan pertemuan yang melibatkan masyarakat bersama pihak perusahaan.

Namun ketika ditanya mengenai apakah mayoritas masyarakat mendukung atau menolak aktivitas tersebut, Jailani tidak memberikan jawaban secara tegas.

Terkait kompensasi, ia membantah adanya nominal tetap setiap bulan. Menurutnya, besaran yang diterima masyarakat bergantung pada hasil produksi tambang.

“Tergantung hasil produksinya. Besar hasil, besar juga yang didapat masyarakat,” kata Jailani, Sabtu 25 Juli 2026.

Ia juga menjelaskan pembayaran tidak selalu dilakukan setiap bulan karena mengikuti hasil produksi atau pembongkaran.

“Jadi tidak setiap bulan diterima tergantung hasil produksinya,” ujarnya.

Di sisi lain, regulasi pemerintah melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sebagaimana diatur dalam Permen ESDM Nomor 25 Tahun 2018 serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, mengamanatkan perusahaan pertambangan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Program tersebut meliputi delapan pilar utama, yakni pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan masyarakat, kemandirian ekonomi, sosial budaya, pengelolaan lingkungan hidup, penguatan kelembagaan masyarakat, serta pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah operasi perusahaan.

Dengan aktivitas pertambangan yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, transparansi mengenai mekanisme kompensasi, realisasi Program PPM, serta kontribusi nyata terhadap kesejahteraan masyarakat Pekajang menjadi perhatian yang terus mengemuka di tengah publik.(*)

About The Author

Penulis : Wandi

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine
Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program
Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan
Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada
BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba
BNNP Kepri dan Dinkes Lingga Perkuat Benteng Generasi Muda
Karang Taruna Kepri Gandeng BNN Perkuat Perangi Narkoba
Aturan Jarak 10 Kilometer Bikin Distribusi Pertalite Lingga Terjepit
Berita ini 12 kali dibaca

Zona Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:21 WIB

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 September 2026 - 14:04 WIB

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 September 2026 - 12:01 WIB

Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan

Rabu, 16 September 2026 - 11:07 WIB

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Selasa, 15 September 2026 - 23:02 WIB

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Zona Terkini

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine | Foto : Zonamu/Bustomi

TERKINI

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Rabu, 16 Sep 2026 - 19:21 WIB

Kadisperindagkop UKM Lingga saat memberikan pengarahan | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:04 WIB

Sekda Lingga Armia saat pimpin rapat | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:07 WIB

BPR Tuah Karimun gandeng KNTI Karimun buat bikin gebrakan baru lewat kolaborasi pemberdayaan ekonomi nelayan | Foto: Zonamu/Humas BPR Tuah Karimun

TERKINI

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Selasa, 15 Sep 2026 - 23:02 WIB