Karimun, Zonamu.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun berhasil memanen 65 kilogram ikan lele hasil budidaya warga binaan. Panen tersebut menjadi bukti bahwa tembok rutan tidak menghalangi lahirnya kegiatan produktif yang bermanfaat bagi masyarakat.
Budidaya lele dilakukan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan. Melalui kegiatan itu, warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh keterampilan yang dapat digunakan setelah bebas nanti.
Program budidaya perikanan tersebut melibatkan warga binaan secara langsung dalam proses pemeliharaan ikan. Mereka belajar mulai dari pemberian pakan, pengelolaan kolam, hingga teknik menjaga pertumbuhan ikan agar menghasilkan panen yang optimal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasilnya, sebanyak 65 kilogram ikan lele berhasil dipanen dalam kondisi baik. Capaian itu menunjukkan bahwa pembinaan berbasis keterampilan mampu menghasilkan manfaat nyata sekaligus meningkatkan produktivitas warga binaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Balai Karimun, Yoga Hadhi Wijaya, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kemandirian warga binaan. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama di dalam rutan harus mampu menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Melalui program ini, warga binaan tidak hanya mendapatkan pembinaan, tetapi juga pengalaman dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana,” kata Yoga, Selasa 23 Juni 2026.
Selain menjadi sarana pembelajaran, hasil panen lele juga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan di lingkungan rutan.
“Langkah tersebut sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang terus digalakkan pemerintah,” ujarnya.
Keberhasilan panen ini membuktikan bahwa perubahan dapat tumbuh dari mana saja, termasuk dari kolam lele di balik tembok rutan.
Sebab jika ikan lele saja bisa berkembang dengan baik melalui pembinaan yang tepat, maka manusia pun memiliki peluang yang sama untuk memperbaiki masa depannya.(*)
About The Author
Penulis : Bustomi















