Nasional, Zonamu.com – Laut bukan hanya hamparan air bagi para nelayan tradisional, laut adalah napas, dapur, dan masa depan. Menyadari hal ini, PT Timah (Persero) Tbk terus membuktikan komitmennya untuk berdiri bersama masyarakat pesisir melalui program pemberdayaan yang holistik.
Bukan hanya memberi bantuan sesaat, PT Timah merajut asa para nelayan lewat pendekatan menyeluruh, mulai dari mendongkrak produktivitas tangkapan, memberikan jaminan keselamatan kerja, membangun infrastruktur, hingga menjaga kelestarian ekosistem laut agar tetap subur.
Dukungan nyata terlihat dari penyaluran sarana tangkap ikan di berbagai wilayah operasional pada tahun 2026 ini. Di Kabupaten Bangka Selatan, Kelompok Nelayan Sungai Ulim (Desa Pulau Besar) dan Kelurahan Sawang (Kundur Barat, Karimun) merasakan langsung angin segar dari bantuan ini. Sebanyak 30 jaring ikan khusus untuk menangkap ikan biang dan lome diserahkan untuk membantu para nelayan tradisional yang masih mengandalkan sampan kecil.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Perkumpulan Masyarakat Nelayan Kelurahan Sawang, Jumari, mengungkapkan rasa syukurnya. Menurutnya, jaring baru adalah kunci untuk menjemput rezeki yang lebih pasti di tengah gelombang hasil tangkapan yang kerap fluktuatif.
“Kalau jaringnya masih baru, ikan lebih mudah masuk ke perangkap. Ini sangat membantu menjaga produktivitas nelayan kami,” ujar Jumari penuh antusias.
Tak berhenti di alat tangkap, PT Timah juga menggandeng para nelayan ke dalam ekosistem perlindungan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Mengingat ganasnya risiko di tengah lautan, jaminan sosial ini memberikan ketenangan pikiran bagi nelayan dan keluarga yang menanti di rumah.
Aktivitas pesisir kini semakin nyaman berkat pembangunan infrastruktur penunjang. Di kawasan Batu Kodok, Bangka Selatan, misalnya, PT Timah membangun jalur akses pejalan kaki berupa jalan setapak sepanjang kurang lebih 100 meter.
Sukur, perwakilan nelayan Batu Kodok, menceritakan betapa berartinya jalan tersebut. Kini, akses menuju perahu saat air pasang menjadi jauh lebih mudah, aman, dan nyaman, terlebih kawasan tersebut kini mulai berkembang sebagai destinasi wisata baru yang memadukan aktivitas pelancong dan nelayan.
Kepedulian ini bahkan merambah ke aspek papan. Bersama Polres Karimun, PT Timah menyalurkan bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) kepada Irwan, seorang nelayan di Desa Bukit Senang, Kundur Barat, memberikan tempat bernaung yang lebih baik bagi keluarganya.
Bagi PT Timah, memajukan nelayan harus berjalan seirama dengan merawat alam. Laut yang kaya adalah jaminan kesejahteraan yang berkelanjutan.
Sebagai wujud nyata, pada 16 September 2026 lalu, Divisi Wilayah Kundur bersama Pemerintah Desa Gemuruh dan masyarakat setempat sukses menebar 1.000 kepiting bakau muda di perairan Kundur Barat. Langkah restocking ini krusial untuk menjaga populasi biota pesisir yang bernilai ekonomis tinggi.
Idris, seorang nelayan Desa Gemuruh, mengaku sudah mulai merasakan dampak positif dari kegiatan serupa sebelumnya. Saat melaut, nelayan kini semakin sering menemukan kepiting berukuran besar dengan nilai jual yang menggiurkan.
“Bibit yang kita lepaskan ini tentu menjadi investasi jangka panjang. Harapannya, beberapa tahun ke depan anak cucu kita dan para nelayan di sini bisa merasakan hasil yang jauh lebih melimpah,” ungkap Idris optimis.
Program pemulihan ekosistem ini tidak berdiri sendiri. Di berbagai wilayah operasionalnya di Kepulauan Bangka Belitung, Riau, dan Kepulauan Riau, PT Timah secara konsisten menjalankan beragam inisiatif hijau, mulai dari penanaman mangrove, restocking cumi di perairan Pulau Bangka, hingga pengembangan fishing ground dan coral garden.
Melalui deretan aksi nyata yang konsisten dari tahun ke tahun, termasuk dukungan kepada belasan kelompok nelayan sepanjang 2025–2026, PT Timah menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi pesisir dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan demi masa depan laut Indonesia yang lebih perkasa.
About The Author
Penulis : Bustomi















