ZONA LINGGA

Melayu Raya Lingga Tegas Menolak Sawit di Lingga, Seruan Perlindungan Lingkungan dan Hak Masyarakat Lokal

Lingga, Zonamu.com – Ketua Melayu Raya Kabupaten Lingga secara tegas menyatakan dukungan penuh kepada desa-desa, seperti Desa Marok Kecil dan wilayah sekitar Pulau Singkep, yang menolak keberadaan perusahaan perkebunan sawit PT SPP. Penolakan ini didasarkan pada kekhawatiran terhadap dampak ekologis dan sosial yang dinilai berisiko tinggi bagi keberlanjutan wilayah.

Ketua Koordinator Melayu Raya Lingga, Zuhardi, menegaskan bahwa pihaknya telah memperjuangkan persoalan ini hingga ke tingkat pusat. Sejumlah surat telah disampaikan kepada pemerintah, dan sebagian telah mendapat tanggapan resmi.

“Alhamdulillah dari beberapa surat yang kita ajukan ada sebagian yang ditanggapi,” kata Zuhardi, Minggu (28/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Zuhardi menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ia akan berangkat ke Jakarta untuk memberikan keterangan secara langsung. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab organisasi dan pribadi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Lingga.

“Saya akan berangkat ke Jakarta untuk memberikan keterangan,” ujarnya.

Penolakan terhadap perusahaan sawit, menurut Zuhardi, berangkat dari kesadaran lingkungan yang kian kritis. Ia menilai kondisi hutan di Lingga sudah mengalami kerusakan serius, serupa dengan wilayah Daik yang mengalami deforestasi besar-besaran.

“Tentu ini perlu kita suarakan agar tidak semakin parah,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan adanya pemberian dana sekitar sembilan juta rupiah per kepala keluarga di salah satu desa sebagai bentuk kompensasi. Secara hukum hal tersebut dinilai sah, namun masyarakat diingatkan agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan keuntungan jangka pendek.

Zuhardi mencontohkan kasus di Daik, di mana belasan ribu hektare lahan telah gundul dan memunculkan persoalan sosial, termasuk pembayaran tanah masyarakat yang dinilai tidak manusiawi. Nilai ganti rugi yang bervariasi antara dua setengah hingga tiga juta rupiah per hektare disebut tidak sebanding dengan dampak yang ditimbulkan.

Dalam waktu dekat, Melayu Raya Lingga bersama tokoh masyarakat berencana menggelar audiensi akbar sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah. Aksi massa dan penyampaian aspirasi secara terbuka disebut sebagai bagian dari mekanisme demokrasi yang sah.

Zuhardi menegaskan bahwa perjuangan ini bertujuan melindungi generasi mendatang dari dampak kebijakan yang keliru. Ia menyatakan tidak akan berhenti bersuara hingga ada hasil nyata yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat lokal.

“Saya tidak akan berhenti untuk bersuara hingga ada hasil nyata yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat lokal,” tuturnya. (*)

Saswandy

Recent Posts

KONI Pusat Dorong Kepri Prioritaskan Cabor Potensial Daerah

Tanjungpinang, Zonamu.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepulauan Riau (Kepri) diminta tidak memaksakan seluruh…

2 jam ago

Ansar Tegaskan Sportivitas, Keselamatan Atlet Jadi Prioritas di Porprov

Tanjungpinang, Zonamu.com - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, mengingatkan seluruh pihak agar menjaga sportivitas…

2 jam ago

Porprov Kepri VI Resmi Dibuka, Tujuh Daerah Siap Bertanding

Tanjungpinang, Zonamu.com - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) VI Tahun 2026 resmi dibuka…

3 jam ago

Atletik Lingga Sabet Empat Emas, Dua Berstatus Eksibisi

Lingga, Zonamu.com - Cabang olahraga (cabor) atletik Kabupaten Lingga menorehkan hasil positif dengan mengoleksi empat…

14 jam ago

Asmin Patros Ungkap Dinamika Persiapan Porprov VI Kepri

Tanjungpinang, Zonamu.com - Kota Tanjungpinang kembali dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan…

23 jam ago

Sempena Peringatan Sumpah Pemuda ke-98, Ratusan Peserta dari Berbagai Organisasi dan Paguyuban Ikuti Seminar Kebangsaan

Batam, Zonamu.com - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, Dewan Pimpinan Daerah…

1 hari ago