Lingga, Zonamu.com – Kualitas udara di Kabupaten Lingga belum sepenuhnya pulih dari paparan kabut asap. Pembaruan data per 29 September 2026 menunjukkan kualitas udara masih berada pada kategori sedang hingga sangat tidak sehat di sejumlah kecamatan.
Berdasarkan Situation Report Kualitas Udara dan Risiko Kesehatan Akibat Kabut Asap, kualitas udara terburuk tercatat di Kecamatan Lingga Utara dengan kategori sangat tidak sehat.
Kondisi tidak sehat juga tercatat di Singkep Pesisir, sementara Senayang, Bakung Serumpun, Katang Bidare, Temiang Pesisir dan Kepulauan Posek juga berada dalam kategori tidak sehat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Kecamatan Singkep yang sebelumnya mengalami kualitas udara sangat tidak sehat kini tercatat berada pada kategori sedang.
Kecamatan lainnya yang masuk kategori sedang yakni Singkep Barat, Singkep Selatan, Selayar, Lingga dan Lingga Timur.
Kabid P2P Dinkes Lingga Wirawan Trisna Putra mengatakan, berdasarkan laporan menunjukkan kualitas udara Lingga mengalami fluktuasi dalam 30 hari terakhir.
“Lonjakan AQI dan konsentrasi PM2,5 tercatat pada awal September serta kembali meningkat menjelang akhir September, dengan nilai AQI dilaporkan menembus angka di atas 140,” kata Wirawan Selasa 29 September 2026.
Dari sisi kesehatan, kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga mengalami perubahan selama enam minggu terakhir. Kasus sempat meningkat bertahap dari minggu ke-32 hingga mencapai puncak pada minggu ke-35, sebelum berangsur menurun pada minggu ke-36 dan ke-37.
Data tersebut menunjukkan membaiknya kondisi di satu wilayah belum berarti seluruh Kabupaten Lingga terbebas dari persoalan kualitas udara. Perbedaan konsentrasi partikulat antarkecamatan membuat masyarakat tetap perlu memperhatikan kondisi udara di wilayah masing-masing.
Berdasarkan rentang ISPU, kategori sedang masih dapat diterima dengan kewaspadaan, sedangkan kategori tidak sehat mulai meningkatkan risiko bagi kelompok sensitif.
Pada kategori sangat tidak sehat, risiko kesehatan menjadi lebih serius sehingga aktivitas luar ruangan perlu diperhatikan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil dan masyarakat dengan gangguan pernapasan.
Dengan masih adanya wilayah yang mencapai kategori sangat tidak sehat, kondisi kabut asap di Lingga belum dapat dianggap sepenuhnya berakhir.
Pemantauan kualitas udara dan perkembangan kasus gangguan pernapasan tetap menjadi penting selama paparan asap masih terjadi.(*)
About The Author
Penulis : Wandi















