Lingga, Zonamu.com – Kabut asap di Kabupaten Lingga menunjukkan ancaman serius terhadap kesehatan masyarakat. Data kualitas udara per 27 September 2026 mencatat sejumlah wilayah berada pada kategori tidak sehat, sangat tidak sehat hingga berbahaya.
Berdasarkan Situation Report Kualitas Udara dan Risiko Kesehatan Akibat Kabut Asap, Kecamatan Kepulauan Posek mencatat konsentrasi PM10 mencapai 406 µg/m³ dengan status berbahaya.
“Angka tersebut menjadi salah satu indikator paling mengkhawatirkan dalam pemantauan kualitas udara Lingga,” kata Kabid P2P Dinkes Lingga Wirawan Trisna Putra, Minggu 27 September 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Kecamatan Singkep mencatat PM2.5 sebesar 76,5 µg/m³ dan PM10 mencapai 240,5 µg/m³ dengan status sangat tidak sehat. Kondisi ini menunjukkan paparan udara tercemar tidak lagi sebatas gangguan jarak pandang.
“Tetapi berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan,” ujarnya.
Wilayah lain juga menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Singkep Barat berada pada kategori tidak sehat dengan PM2.5 sebesar 86 µg/m³, sedangkan Singkep Pesisir mencatat PM10 mencapai 170 µg/m³ dan Lingga Timur 106 µg/m³.
Data tersebut beriringan dengan tren kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam enam minggu terakhir yang menunjukkan angka cukup tinggi.
Kasus tercatat sekitar 164 pada minggu ke-32, meningkat menjadi 205, 210, mencapai sekitar 250 pada minggu ke-35, kemudian turun sekitar 183 dan kembali naik menjadi sekitar 225 kasus pada minggu ke-37.
Kondisi itu menjadi peringatan bahwa kabut asap tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Ketika kualitas udara memburuk dan kasus ISPA masih berada pada angka tinggi, aktivitas masyarakat di luar ruangan perlu dilakukan dengan pertimbangan risiko kesehatan.
Anak-anak, pelajar, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih. Sekolah dan orang tua juga perlu memastikan anak menggunakan masker yang sesuai ketika berada di luar ruangan, terutama saat kualitas udara berada pada kategori tidak sehat atau lebih buruk.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan ketika kondisi udara memburuk, memperbanyak minum air, menjaga kebersihan lingkungan dan segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk, sesak napas, nyeri tenggorokan atau keluhan pernapasan lainnya.
Kabut asap mungkin terlihat seperti lapisan tipis yang menggantung di udara. Namun ketika angka pencemaran menembus kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya, kewaspadaan tidak boleh menunggu sampai gangguan kesehatan datang.
Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jika udara tidak sehat, jangan memaksakan aktivitas di luar ruangan. Gunakan masker dan lindungi anak-anak dari paparan asap.(*)
About The Author
Penulis : Wandi















