Tanjungpinang, Zonamu.com – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, mengingatkan seluruh pihak agar menjaga sportivitas selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepri VI Tahun 2026.
Ia meminta pengurus KONI, juri, hingga wasit tidak melakukan tindakan yang merugikan kontingen lain dalam pertandingan.
Pesan tersebut disampaikan Ansar saat membuka Porprov Kepri VI Tahun 2026 di kawasan Tugu Sirih, Kota Tanjungpinang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, ajang olahraga tingkat provinsi ini tidak semata-mata menjadi tempat adu kemampuan fisik, tetapi juga membangun karakter dan mempererat persaudaraan antardaerah.
“Harapan kita ini bisa dilakukan dengan penuh semangat, penuh sportivitas, dengan penuh rasa persaudaraan,” kata Ansar, Minggu 1 November 2026.
Ia secara khusus mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencederai semangat kompetisi, baik dari unsur pengurus KONI kabupaten/kota maupun juri dan wasit.
“Untuk itu seluruh pertandingan harus berlangsung secara sportif dan memberikan kesempatan yang sama kepada setiap atlet,” ujarnya.
Ansar menilai Porprov juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan atlet Kepri menghadapi kompetisi yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Karena itu, hasil pertandingan perlu menjadi bahan evaluasi untuk menentukan atlet potensial yang dapat melanjutkan pembinaan,” katanya.
Ia meminta KONI melakukan identifikasi terhadap atlet-atlet yang menunjukkan kemampuan dan prestasi selama Porprov. Atlet terpilih nantinya dipersiapkan melalui pemusatan latihan daerah (Pelatda) untuk menghadapi agenda olahraga tingkat nasional.
“Kita minta KONI bisa mengidentifikasi hasil dari Porprov ini. Kita bina nanti di Pelatda yang akan kita siapkan, baik untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional,” ujarnya.
Ansar juga menyinggung sejumlah catatan prestasi atlet Kepri dalam ajang olahraga sebelumnya, termasuk PON dan Asian Games. Ia berharap capaian tersebut dapat menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan prestasi olahraga daerah.
Selain prestasi, keselamatan atlet menjadi perhatian yang tidak kalah penting. Ansar meminta setiap atlet menjalani pemeriksaan fisik dan kesehatan sebelum bertanding agar kondisi mereka benar-benar memungkinkan untuk mengikuti kompetisi.
Ia bahkan mengingatkan atlet agar tidak memaksakan diri apabila kondisi fisik sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan pertandingan.
“Kalau memang sudah tidak memungkinkan lagi untuk meneruskan pertandingan, jangan dilanjutkan. Lebih terhormat ketika kita memberikan peluang kepada orang lain,” tegasnya.(*)
About The Author
Penulis : Wandi















