ZONA LINGGA

Warga Pekajang Pertanyakan Manfaat Tambang PT CPM, Nelayan Mengaku Semakin Sulit Melaut

Lingga, Zonamu.com – Aktivitas kapal hisap timah yang dikaitkan dengan PT Cipta Persada Mulia (CPM) di perairan Desa Pekajang, Kecamatan Lingga, kembali memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat.

Pasalnya, di balik aktivitas yang disebut telah berlangsung bertahun-tahun itu, warga mempertanyakan legalitas, kompensasi, masa berlaku kesepakatan, hingga dampaknya terhadap mata pencaharian nelayan.

Seorang warga Desa Pekajang mengaku setiap rencana masuknya kapal ke perairan desa biasanya diawali rapat bersama pemerintah desa dan masyarakat. Namun, menurutnya, suara penolakan justru lebih banyak dibandingkan dukungan terhadap aktivitas penambangan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setiap kapal mau masuk biasanya ada rapat. Ada yang setuju dan ada yang menolak, tapi lebih banyak masyarakat yang menolak aktivitas pengerukan timah atau pasir di wilayah Desa Pekajang,” ujar warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Rabu 22 Juli 2026.

Persoalan yang paling sering dikeluhkan, kata dia, adalah besaran kompensasi yang diterima masyarakat. Menurut pengakuannya, setiap kepala keluarga hanya memperoleh sekitar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per bulan, bahkan pembayaran itu disebut tidak selalu diterima tepat waktu.

“Kadang hanya Rp100 ribu, Rp150 ribu, paling tinggi Rp200 ribu per kepala keluarga. Itu pun kadang terlambat. Sementara aktivitas tambangnya terus berjalan,” ujarnya.

Warga juga mengungkapkan munculnya penolakan saat beredar informasi adanya rencana kapal baru yang akan masuk ke perairan Pekajang. Menurutnya, sebagian masyarakat sempat mengusulkan uang tanda masuk sekitar Rp5 juta per kepala keluarga.

“Namun usulan tersebut disebut tidak dipenuhi oleh pihak perusahaan,” tuturnya.

Selain kompensasi, masyarakat mempertanyakan kejelasan dasar operasional kapal yang akan kembali beraktivitas. Warga mengaku memperoleh informasi bahwa kesepakatan atau kontrak sebelumnya berlangsung selama lima tahun.

“Dan seharusnya telah berakhir, meski informasi tersebut belum mendapat penjelasan resmi dari pihak terkait,” katanya.

Keluhan lain datang dari para nelayan yang mengaku hasil tangkapan ikan semakin menurun sejak aktivitas penambangan berlangsung. Air laut yang kerap terlihat keruh disebut ikut memengaruhi aktivitas melaut sehingga sebagian warga kesulitan memperoleh tambahan penghasilan dari sektor perikanan.

“Kadang kami mau mencari ikan untuk tambahan penghasilan saja sudah sulit. Air laut keruh dan hasil tangkapan berkurang. Kami berharap ada penjelasan yang terbuka agar masyarakat tahu apa yang sebenarnya terjadi,” ujarnya.

Di sisi lain, perairan Pekajang tetap menjadi ruang hidup masyarakat pesisir yang menggantungkan nafkah dari laut. Sehingga transparansi dan kepastian dinilai menjadi kebutuhan yang tidak bisa terus ditunda.(*)

Saswandy

Recent Posts

KONI Pusat Dorong Kepri Prioritaskan Cabor Potensial Daerah

Tanjungpinang, Zonamu.com - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepulauan Riau (Kepri) diminta tidak memaksakan seluruh…

3 jam ago

Ansar Tegaskan Sportivitas, Keselamatan Atlet Jadi Prioritas di Porprov

Tanjungpinang, Zonamu.com - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, mengingatkan seluruh pihak agar menjaga sportivitas…

4 jam ago

Porprov Kepri VI Resmi Dibuka, Tujuh Daerah Siap Bertanding

Tanjungpinang, Zonamu.com - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau (Kepri) VI Tahun 2026 resmi dibuka…

4 jam ago

Atletik Lingga Sabet Empat Emas, Dua Berstatus Eksibisi

Lingga, Zonamu.com - Cabang olahraga (cabor) atletik Kabupaten Lingga menorehkan hasil positif dengan mengoleksi empat…

15 jam ago

Asmin Patros Ungkap Dinamika Persiapan Porprov VI Kepri

Tanjungpinang, Zonamu.com - Kota Tanjungpinang kembali dipercaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan…

1 hari ago

Sempena Peringatan Sumpah Pemuda ke-98, Ratusan Peserta dari Berbagai Organisasi dan Paguyuban Ikuti Seminar Kebangsaan

Batam, Zonamu.com - Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, Dewan Pimpinan Daerah…

1 hari ago