Sipetik Bola Libatkan Siswa Cegah DBD Sekolah Lingga | Foto : Zonamu/Ist
Lingga, Zonamu.com – Lingkungan sekolah yang bersih ternyata bukan cuma urusan sapu dan tempat sampah. Di Kabupaten Lingga, siswa kini ikut berpatroli memburu jentik nyamuk lewat program Sipetik Bola atau Siswa Pemantau Jentik di Sekolah.
Program inovasi milik UPTD Puskesmas Dabo Lama itu lahir setelah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman serius, terutama bagi anak-anak. Nyamuk Aedes aegypti yang jadi biang kerok diketahui gemar berkembang biak di genangan air bersih seperti bak mandi, pot bunga, dispenser hingga kaleng bekas.
Kepala Puskesmas Dabo Lama, Hesti Ningrum mengatakan sekolah menjadi salah satu lokasi yang rawan munculnya jentik jika kebersihan lingkungan kurang dijaga. Karena itu pihaknya memilih melibatkan siswa secara langsung agar pencegahan tidak hanya jadi teori di ruang kelas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sipetik Bola adalah program yang melibatkan siswa sebagai pemantau jentik nyamuk di lingkungan sekolah. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kebersihan lingkungan serta mencegah penyakit DBD,” kata Hesti, Senin 3 Februari 2025.
Dalam program tersebut, setiap sekolah membentuk tim kader pemantau jentik. Para siswa kemudian mendapat pelatihan mulai dari mengenali penyebab DBD, siklus hidup nyamuk, cara memeriksa jentik hingga langkah penanggulangan penyakit.
Setelah dilatih, para siswa rutin memeriksa titik-titik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Mulai dari bak mandi, tempat penampungan air, pot bunga sampai selokan sekolah yang kadang lebih rajin menampung air ketimbang menampung ikan.
Hasil pemantauan kemudian dicatat dalam kartu laporan. Jika ditemukan jentik, siswa langsung melakukan langkah 3M yakni menguras, menutup dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
dr. Hesti Ningrum menambahkan, pihaknya juga telah melaksanakan sosialisasi serta pelatihan kader Jumantik (Juru Pemantau Jentik) kepada guru UKS maupun kader kesehatan di desa dan kelurahan.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah memperkuat pencegahan DBD sejak dini, khususnya di lingkungan sekolah dan permukiman masyarakat.
Melalui pelatihan itu, para peserta diberikan pemahaman mengenai pola penyebaran nyamuk Aedes aegypti, cara memantau jentik, hingga penanganan awal untuk mencegah berkembangnya sarang nyamuk.
“Tidak hanya siswa, kami juga sudah melakukan sosialisasi dan pelatihan kader Jumantik kepada guru UKS serta kader di desa dan kelurahan agar pengawasan jentik nyamuk dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan,” ujar dr. Hesti Ningrum.
Program ini rutin dilaksanakan dengan pengawasan guru UKS serta pembinaan dari Puskesmas Dabo Lama agar berjalan maksimal.
“Harapannya sekolah menjadi lebih sehat dan kasus DBD bisa dicegah sejak dini,” tuturnya.
Karimun, Zonamu.com - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun memperketat pengawasan terhadap…
Lingga, Zonamu.com - Pemerintah Kabupaten Lingga mulai mematangkan proses verifikasi dan validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah…
Karimun, Zonamu.com - Langkah besar diambil demi kesejahteraan pahlawan laut Karimun. PT BPR Tuah Karimun…
Lingga, Zonamu.com - Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga H. Armia dicatut orang tak dikenal…
Lingga, Zonamu.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten…
Lingga, Zonamu.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau memperkuat perang terhadap penyalahgunaan narkotika…