ZONA BINTAN

Nelayan Bintan-Lingga Hidup dalam Bayang-Bayang Sedimentasi Laut

Bintan, Zonamu.com – Ketidakpastian mulai menghantui kehidupan nelayan di pesisir Pulau Numbing, Kabupaten Bintan, hingga perairan Lingga.

Di tengah proses perizinan aktivitas sedimentasi laut yang terus berjalan, mereka mengaku dihantui kekhawatiran kehilangan ruang tangkap yang selama ini menjadi sumber penghidupan.

Bagi masyarakat pesisir, persoalan ini bukan semata-mata soal investasi atau legalitas proyek. Yang mereka khawatirkan adalah dampak terhadap ekosistem laut yang selama puluhan tahun menjadi tumpuan ekonomi ribuan keluarga nelayan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga Desa Numbing, Jaya Wardani mengatakan masyarakat hanya ingin laut tetap dapat dimanfaatkan untuk mencari nafkah. Menurutnya, keberadaan perusahaan sedimentasi dikhawatirkan mengganggu kehidupan nelayan yang setiap hari bergantung pada hasil laut.

“Kami tidak meminta apa-apa selain laut kami tetap bisa menjadi tempat mencari makan. Tolong jangan ganggu kampung kami,” kata Jaya, Kamis 30 Juli 2026.

Kekhawatiran serupa disampaikan Sukari, nelayan yang telah bertahun-tahun melaut di perairan Pulau Numbing. Ia menilai aktivitas pengerukan berpotensi meningkatkan kekeruhan air.

“Sehingga ikan akan menjauh dari kawasan yang selama ini menjadi lokasi penangkapan,” kata Sukari.

Menurutnya, jika sedimentasi dilakukan hanya beberapa mil dari Pulau Numbing, dampaknya bukan hanya dirasakan nelayan saat ini, tetapi juga dapat memengaruhi keberlangsungan pulau-pulau kecil di sekitarnya.

Sementara itu, Ketua Aliansi Nelayan Pesisir Bintan-Lingga, Rudi Herdiawan, mengatakan penolakan terhadap rencana sedimentasi telah disampaikan secara resmi dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau pada 22 Juni 2026.

Dalam pertemuan tersebut, kata Rudi, nelayan meminta DKP Kepri menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah pusat agar perairan Pulau Numbing dan wilayah laut Lingga tidak ditetapkan sebagai lokasi prioritas sedimentasi.

“Sampai sekarang belum ada kepastian atas tuntutan kami. Sementara proses pengurusan izin terus berjalan. Kondisi ini membuat nelayan hidup dalam ketidakpastian,” ujar Rudi.

Ia menegaskan, perjuangan nelayan tidak ditujukan untuk menghambat pembangunan maupun investasi. Yang mereka harapkan adalah kebijakan yang mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan.

“Serta menjamin ruang hidup masyarakat pesisir yang selama ini menggantungkan masa depan pada laut,” katanya.

Di tengah dinamika perizinan yang masih berlangsung, suara nelayan terus mengalir dari pesisir Kepulauan Riau.

“Mereka berharap setiap kebijakan yang diambil pemerintah tidak hanya menghitung nilai ekonomi, tetapi juga menjaga laut sebagai sumber kehidupan yang tak tergantikan bagi generasi sekarang dan yang akan datang,” tuturnya.(*)

Saswandy

Recent Posts

Harhubnas 2026, Transportasi Diminta Perkuat Konektivitas

Lingga, Zonamu.com - Sektor transportasi memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas dan menopang aktivitas masyarakat…

3 jam ago

Antrean BBM Hari Keempat, Pemuda Pancasila Desak SPBU Buka 24 Jam

Lingga, Zonamu.com - Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Pertalite di SPBU Dabo Singkep, Kabupaten Lingga,…

8 jam ago

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Karimun, Zonamu.com - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun memperketat pengawasan terhadap…

1 hari ago

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Lingga, Zonamu.com - Pemerintah Kabupaten Lingga mulai mematangkan proses verifikasi dan validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah…

1 hari ago

Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan

Karimun, Zonamu.com - Langkah besar diambil demi kesejahteraan pahlawan laut Karimun. PT BPR Tuah Karimun…

1 hari ago

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Lingga, Zonamu.com - Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga H. Armia dicatut orang tak dikenal…

2 hari ago