ZONA TANJUNGPINANG

JPKP Tanjungpinang Desak Hasil Lelang Bauksit Masuk PAD Kepri, Minimal 30 Persen untuk Daerah Penghasil

Tanjungpinang, Zonamu.com – Ketua Jaringan Pengawas Kebijakan Pemerintah (JPKP) Kota Tanjungpinang, Budi Prasetyo, angkat suara terkait peluncuran dan eksekusi sisa stockpile bijih bauksit yang berlangsung pada Senin (28/7/2025) di Pelabuhan Moco, Dompak, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Dalam keterangannya kepada media, Budi menegaskan bahwa pengelolaan hasil sumber daya alam dari proses hukum tidak boleh hanya menguntungkan negara secara sentralistik, melainkan juga harus memberikan dampak fiskal langsung bagi daerah penghasil.

“Kalau potensi penerimaan negara dari eksekusi ini mencapai Rp1,4 triliun, maka minimal 30 persen dari dana itu harus masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kepri,” kata Budi, Rabu (30/7/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, jumlah tersebut berasal dari hasil lelang lebih dari 4,25 juta metrik ton bijih bauksit yang tersebar di 14 titik wilayah Kepri, seperti Pulau Kelong, Pulau Kentar, Dompak Laut, hingga Pulau Malin.

Pernyataan Budi ini memperkuat sikap yang sebelumnya telah disampaikan oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Dalam forum peluncuran stockpile tersebut, Ansar secara terbuka meminta agar pendapatan dari hasil lelang bisa masuk ke kas daerah, sebagai bentuk pengakuan atas kontribusi Kepri sebagai wilayah penghasil.

“Hasil dari sini kalau bisa masuk ke kas daerah lah, dan bisa juga masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepulauan Riau,” kata Ansar di hadapan pejabat pusat dan aparat penegak hukum.

Budi menilai pernyataan Gubernur tersebut harus dijadikan pijakan konkret dalam menegosiasikan porsi PAD Kepri kepada pemerintah pusat. Ia menegaskan, tidak cukup hanya dengan pernyataan normatif, tetapi harus ada regulasi atau komitmen resmi yang mengatur pembagian hasil.

“Pernyataan Gubernur harus jadi dasar politik dan hukum untuk mendesak porsi hasil lelang bauksit masuk ke PAD Kepri secara resmi dan terstruktur,” ujarnya.

Selain itu, Budi juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam proses lelang. Ia menilai, karena kegiatan ini merupakan eksekusi hasil putusan pengadilan dan melibatkan aset negara, maka publik harus dilibatkan dalam pengawasan.

“Kami di JPKP akan terus memantau proses ini. Jangan sampai kekayaan alam Kepri kembali hanya menjadi angka besar di atas kertas, tanpa dampak riil bagi masyarakat,” tandasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa peluncuran eksekusi stockpile ini seharusnya menjadi momentum pembenahan tata kelola sumber daya alam di Kepri, termasuk mendorong keadilan fiskal antara pusat dan daerah.

“Ini saatnya Kepri tidak hanya menjadi ladang eksploitasi, tapi juga wilayah yang menikmati hasil secara adil dan transparan,” tutup Budi.(*)

Saswandy

Recent Posts

Rutan Karimun Geledah Kamar Warga Binaan, Tes Urine

Karimun, Zonamu.com - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Balai Karimun memperketat pengawasan terhadap…

2 jam ago

Verifikasi Data KDMP Lingga Jadi Kunci Ketepatan Program

Lingga, Zonamu.com - Pemerintah Kabupaten Lingga mulai mematangkan proses verifikasi dan validasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah…

7 jam ago

Gebrakan Baru, BPR Tuah Karimun dan KNTI Bersatu Bangkitkan Ekonomi Nelayan

Karimun, Zonamu.com - Langkah besar diambil demi kesejahteraan pahlawan laut Karimun. PT BPR Tuah Karimun…

9 jam ago

Penipu Catut Nama Sekda Lingga, Warga Diminta Waspada

Lingga, Zonamu.com - Nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lingga H. Armia dicatut orang tak dikenal…

10 jam ago

BNNP Kepri Bersama Dinkes Lingga Perkuat Rehabilitasi Narkoba

Lingga, Zonamu.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten…

22 jam ago

BNNP Kepri dan Dinkes Lingga Perkuat Benteng Generasi Muda

Lingga, Zonamu.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau memperkuat perang terhadap penyalahgunaan narkotika…

22 jam ago