Fesmed Selat Malaka 2026, Jurnalis Dibekali Etika AI Verifikasi Tetap Wajib

- Penulis

Minggu, 20 September 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Fesmed Selat Malaka 2026, Jurnalis Dibekali Etika AI | Foto : Zonamu/Ist

Fesmed Selat Malaka 2026, Jurnalis Dibekali Etika AI | Foto : Zonamu/Ist

Batam, Zonamu.com – Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mengubah cara jurnalis dan kreator memproduksi konten, mulai dari mencari ide, menyusun naskah hingga penyuntingan dan publikasi.

Namun, kemudahan tersebut membawa risiko baru terkait keamanan data, akurasi informasi, etika, dan tanggung jawab pengguna.

Hal itu mengemuka dalam Training Keamanan Digital dan Artificial Intelligence (AI) untuk Jurnalis dan Pembuat Konten Muda dalam rangkaian Festival Media Selat Malaka 2026 di Batam, Sabtu 19 September 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang membahas pemanfaatan AI secara bijak tersebut melibatkan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan SIDA, dengan materi disampaikan Eva Danayanti, Country Programme Manager International Media Support (IMS) untuk Indonesia.

Eva mengatakan pengguna AI tidak cukup hanya memahami kecanggihan teknologinya. Pengguna juga perlu mengetahui bagaimana data dan informasi yang dimasukkan ke dalam platform digital digunakan serta siapa yang dapat mengaksesnya.

“Data apa yang kita berikan? Apakah aktivitas kita sedang direkam atau dipantau? Siapa yang memiliki atau dapat mengakses data tersebut?” kata Eva.

Menurutnya, AI bukan teknologi yang baru muncul setelah popularitas ChatGPT. Machine learning dan berbagai bentuk AI telah lama digunakan dalam perangkat serta aktivitas sehari-hari, sementara generative AI membuat interaksi dengan teknologi menjadi semakin mudah melalui bahasa manusia.

Meski mampu menghasilkan jawaban dengan cepat, AI tetap memiliki keterbatasan. Informasi yang dihasilkan bahkan dapat terdengar meyakinkan meski tidak memiliki dasar fakta yang benar.

“Setiap informasi penting harus ditelusuri kembali kepada sumber yang kredibel,” ujarnya.

Eva juga menyoroti penggunaan content explainer yang dinilai semakin relevan ketika audiens tidak hanya membutuhkan informasi mengenai apa yang terjadi, tetapi juga konteks dan alasan di balik suatu peristiwa.

Content explainer, kata dia, tidak sekadar menyampaikan fakta. Format tersebut harus membantu audiens memahami persoalan secara lebih utuh dengan metode produksi yang jelas.

“Bukan bergantung pada satu aplikasi atau platform AI,” tuturnya.

Dalam proses produksi, AI dapat digunakan untuk mencari ide, membuat kerangka, merangkum bahan, membantu penulisan hingga mengolah gambar, suara, video, dan transkripsi. Namun, seluruh hasil tetap harus diperiksa manusia sebelum digunakan atau dipublikasikan.

“AI dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi tidak seharusnya menggantikan pertimbangan manusia,” ujar Eva.

Ia mengingatkan AI dapat menghasilkan data, nama, kutipan, bahkan informasi yang seolah berasal dari wawancara meski sumber tersebut tidak pernah ada. Karena itu, verifikasi fakta menjadi bagian penting dalam setiap produksi konten berbasis AI.

Manusia tetap menentukan ide, sudut pandang, sasaran audiens, tujuan konten, serta keputusan editorial. AI hanya menjadi alat bantu yang mempercepat proses, bukan sumber utama kebenaran.

Sebelum publikasi, pembuat konten juga perlu memeriksa fakta, konteks, etika, hak cipta, serta potensi dampak informasi terhadap publik. Prinsip tersebut diperlukan agar penggunaan AI tidak menghilangkan tanggung jawab jurnalistik.

“Gunakan AI untuk mempercepat proses, tetapi jangan menyerahkan keputusan editorial kepada AI,” kata Eva.

Melalui Fesmed Selat Malaka 2026, pemahaman mengenai keamanan data, verifikasi informasi, etika, dan kendali manusia diharapkan menjadi bekal bagi jurnalis serta kreator konten muda dalam memanfaatkan perkembangan AI secara bertanggung jawab.

“Gunakan teknologi dengan bijak. Pahami risikonya. Jaga keamanan diri sendiri dan, yang tidak kalah penting, jaga keamanan orang lain,” tandasnya.(*)

About The Author

Penulis : Wandi

Follow WhatsApp Channel www.zonamu.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Zona Terkait

Dua Talenta Lingga Bawa Nama Indonesia ke Malaysia
Ketika Kritik Dibungkam, Kebenaran Perlahan Kehilangan Suara Rakyat
Rutan Karimun dan Kemenag Rangkul Warga Binaan Lewat Agama
Pemkab Lingga Mulai Bangun Fondasi Pendidikan Anak
Di Balik Ilusi Tembakau, Rokok Dijual Seolah Menawan
Fesmed Selat Malaka 2026 Berakhir
Napak Tilas Pulau Penyengat Menghidupkan Jejak Intelektual Melayu
Di Ujung Selat, Jurnalisme Diuji oleh Zaman
Berita ini 8 kali dibaca

Zona Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:41 WIB

Dua Talenta Lingga Bawa Nama Indonesia ke Malaysia

Kamis, 24 September 2026 - 20:09 WIB

Ketika Kritik Dibungkam, Kebenaran Perlahan Kehilangan Suara Rakyat

Rabu, 23 September 2026 - 16:19 WIB

Rutan Karimun dan Kemenag Rangkul Warga Binaan Lewat Agama

Rabu, 23 September 2026 - 07:23 WIB

Pemkab Lingga Mulai Bangun Fondasi Pendidikan Anak

Selasa, 22 September 2026 - 11:10 WIB

Di Balik Ilusi Tembakau, Rokok Dijual Seolah Menawan

Zona Terkini

Dua Talenta Lingga Bawa Nama Indonesia ke Malaysia | Foto : Zonamu/ist

TERKINI

Dua Talenta Lingga Bawa Nama Indonesia ke Malaysia

Kamis, 24 Sep 2026 - 21:41 WIB

Kepala Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun, Yoga Hadhi Wijaya menerima kunjungan perwakilan Kantor Kemenag Kabupaten Karimun | Foto: Zonamu/Humas Rutan

TERKINI

Rutan Karimun dan Kemenag Rangkul Warga Binaan Lewat Agama

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:19 WIB

Pemkab Lingga Mulai Bangun Fondasi Pendidikan Anak | Foto : Zonamu/Ist

TERKINI

Pemkab Lingga Mulai Bangun Fondasi Pendidikan Anak

Rabu, 23 Sep 2026 - 07:23 WIB

Di Balik Ilusi Tembakau, Rokok Dijual Seolah Menawan | Foto : Zonamu/Wandi

TERKINI

Di Balik Ilusi Tembakau, Rokok Dijual Seolah Menawan

Selasa, 22 Sep 2026 - 11:10 WIB